Produk diperlukan bagi pemuas akan kebutuhan dan keinginan
bagi konsumen. Produsen harus memperhatikan secara hati-hati kebijakan
produknya. Pada awalnya sebuah produk dapat diklarifikasikan dengan
berbagai cara, antara lain berdasarkan daya tahan produk dalam
penggunannya atau wujud produk tersebut (Kotler dan Armstrong, 2012).
Menurut (Kotler dan Armstrong, 2012) kualitas produk merupakan
kemampuan produk terhadap fungsinya.
Berdasarkan kriteria tersebut (Tjiptono, 2012) mengelompokan
produk menjadi tiga kelompok, yaitu:
- Durable goods (barang yang bertahan lama), merupakan barang yang
bersifat tahan lama dan dapat digunakan lebih dari setahun. - Non-durable goods (barang yang tidak tahan lama), merupakan barang
yang dikonsumsi sekali pakai atau memiliki jangka waktu kurang dari
satu tahun - Service (jasa), merupakan suatu aktivitas, manfaat atau kepuasan yang
ditawarkan oleh suatu perusahaan untuk dijual.
Kualitas adalah sesuatu yang diputuskan oleh pelanggan kualitas
didasarkan pada pengalaman aktual pelanggan terhadap jasa atau produk, diukur
berdasarkan persaratan pelanggan tersebut.
Menurut (Tjiptono, 2002) indikator kualitas produk sebagai berikut :
a) Kinerja adalah persepsi konsumen tentang pepsodent yang mampu
membersihkan gigi dari kuman.
b) Keistimewaan tambahan persepsi konsumen tentang pepsodent yang
memiliki banyak varian sesuai manfaat yang dibutuhkan konsumen.
c) Keandalan adalah persepsi konsumen tentang pepsodent yang mampu
mencegah gigi berlubang.
d) Daya tahan adalah persepsi konsumen tentang kemasan pepsodent yang
tidak mudah rusak sehingga mampu menjaga pasta tetap seteril
