Menurut (Durianto D. , 2011), konsumen yang loyal secara umum
akan melakukan pembelian suatu merek walaupun dihadapkan beberapa
merek produk pesaing yang menawarkan karakteristik produk unggul di
lihat dari berbagai sudut dan atribut produk. Jika banyak konsumen dari
suatu merek masuk dalam kategori ini, beratrti produk tersebut mempunyai
loyalitas merek yang kuat.
Menurut (Nugroho, 2009),mendefinisikan loyalitas konsumen sebagai
ukuran kesetiaan dari pelanggan dalam menggunakan suatu merek jasa atau
merek produk pada waktu tertentu pada situasi banyak pilihan jasa maupun
produk yang dapat memenuhi kebutuhan pelanggan.
Jadi loyalitas konsumen merupakan kesetiaan konsumen dalam
pembelian yang konsisten terhadap jasa dan produk sepanjang waktu ada
sikap yang baik untuk merekomendasikan orang lain untuk membeli
produk.
Menurut (Griffin, 2009) terdapat empat jenis loyalitas yang muncul
bila keterikatan tinggi dan rendah diklarifikasi silang dengan pola pembelian
ulang, yang tinggi dan rendah. Adapun jenis-jenis loyalitas konsumen yaitu:
1.Loyalitas Yang Lemah
Loyalitas yang lemah adalah sebuah jenis loyalitas konsumen
adanya keterikatan yang rendah dengan pembelian ulang yang tinggi.
Konsumen yang mempunyai sikap ini biasanya membeli berdasarkan
kebiasaan. Dasar yang digunakan untuk pembelian jasa atau produk
disebabkan oleh faktor kemudahan. Kesetian jenis ini banyak terjadi
terhadap jasa atau produk yang sering dipakai.
2.Tanpa Loyalitas
Untuk berbagai alasan, ada beberapa konsumen yang tidak
mengembangkan kesetiaan pada layanan jasa atau produk tertentu. Ikatan
yang rendah dengan tingkat yang rendah menunjukkan bahwa tidak ada
loyalitas. Pada dasarnya, perusahaan harus menghindari kelompok tanpa
loyalitas ini untuk dijadikan target pasar karena konsumen tidak akan
menjadi konsumen yang setia.
3.Loyalitas Tersembunyi
Jenis loyalitas tersembunyi adalah sebuah kesetian atau keterikatan
yang relatif tinggi yang dikuti dengan tingkat pembelian ulang yang rendah.
Konsumen yang memiliki sikap loyalitas tersembunyi pembelian ulang juga
didasarkan pada pengaruh faktor situasional dari pada sikap konsumen.
4.Loyalitas Premium
Loyalitas ini adalah yang terjadi dimana suatu tingkat keterikatan
tinggi yang berjalan bersama dengan aktivitas pembeliaan kembali. Setiap
perusahaan tentu sangat berharap kesetiaan jenis ini dari setiap usaha yang
dijalankan. Indikator Loyaliytas Konsumen.
Menurut (Griffin, 2005) indikator loyalitas konsumen sebagai
berikut:
a) Melakukan pembelian ulang secara teratur produk pepsodent
b) Merefrensikan kepada orang lain tentang produk pepsodent
c) Menunjukkan ketahanan produk terhadap merek pesaing
