Indikator Kinerja Pegawai menurut Hasibuan (2012) salah satu indikator
yang dapat dijadikan gambaran kinerja seorang pegawai yaitu:
- Kualitas kerja : Kualitas kerja adalah seberapa baik seorang pegawai
mengerjakan apa yang seharusnya dikerjakan. - Kuantitas kerja : Kuantitas kerja adalah seberapa lama seorang pegawai
bekerja dalam satu harinya. Kuantitas kerja ini dapat dilihat dari
kecepatan kerja setiap pegawai itu masing-masing. - Kedisiplinan: Mencerminkan kepatuhan pegawai dalam memenuhi
peraturan-peraturan yang ada dan melakukan pekerjaannya sesuai
dengan instruksi yang diberikan kepadanya. - Kerjasama : Kesediaan pegawai berprestasi dan bekerja sama dengan
pegawai lainnya secara vertikal dan horizontal didalam maupun diluar
pekerjaannya. - Tanggung jawab : Kesediaan pegawai dalam mempertanggung
jawabkan kebijaksanaanya, dan hasil kerjanya, sarana dan prasarana
yang digunakannya, serta perilaku kerja nya.
Khusus pegawai PNS indikator kinerja pegawai mengacu ke SKP (Sasaran
Kinerja PNS) dan perilaku penilaian kinerja yangg meliputi : Orientasi pelayanan,
integritas, komitmen, disiplin, kerjasama, kepemimpinan. Indikator-indikator
PNS Ini tidak ada bedanya sama dengan yang dikemukakan oleh Hasibuan.
Indikator Kinerja Pegawai Menurut Afandi (2018:83) Kinerja adalah hasil
kerja yang dapat dicapai oleh seseorang atau kelompok orang dalam suatu
perusahaan sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing- masing dalam
upaya pencapaian tujuan organisasi secara illegal, tidak melanggar hukum dan
tidak bertentangan dengan moral dan etika.
Menurut Affandi (2018:89) indikator-indikator kinerja pegawai adalah
sebagai berikut
1) Kuantitas hasil kerja
Segala macam bentuk satuan ukuran yang berhubungan dengan jumlah hasil
kerja yang bisa dinyatakan dalam ukuran angka atau padanan angka lainnya.
2) Kualitas hasil kerja
Segala macam bentuk satuan ukuran yang berhubungan dengan kualitas atau
mutu hasil kerja yang dapat dinyatakan dalam ukuran angka atau padanan
angka lainnya.
3) Efisiensi dalam melaksanakan tugas
Berbagai sumber daya secara bijaksana dan dengan cara yang hemat biaya.
4) Disiplin kerja
Taat kepada hukum dan peraturan yang berlaku
5) Inisiatif
Kemampuan untuk memutuskan dan melakukan sesuatu yang benar tanpa
harus diberi tahu, mampu menemukan apa yang seharusnya dikerjakan
terhadap sesuatu yang ada di sekitar, berusaha untuk terus bergerak untuk
melakukan beberapa hal walau keadaan terasa semakin sulit.
6) Ketelitian
Tingkat kesesuaian hasil pengukuran kerja apakah kerja itu sudah mencapai
tujuan apa belum.
7) Kepemimpinan
Proses mempengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin kepada
pengikutnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi.
8) Kejujuran
Salah satu sifat manusia yang cukup sulit untuk diterapkan.
9) Kreativitas
Proses mental yang melibatkan pemunculan gagasan atau yang melibatkan
pemunculan gagasan
