Motivasi Kerja


Terdapat banyak pengertian tentang motivasi, diantaranya adalah Robert
Heller (1998:6) yang menyatakan bahwa motivasi adalah keinginan untuk
bertindak. Ada pendapat bahwa motivasi harus diinjeksi dari luar, tetapi sekarang
semakin dipahami bahwa setiap orang termotivasi oleh beberapa kekuatan yang
berbeda. Di pekerjaan kita perlu mempengaruhi bawahan untuk menyelaraskan
motivasinya dengan kebutuhan organisasi.
Motivasi merupakan proses psikologis yang membangkitkan dan
mengarahkan perilaku pada pencapaian tujuan atau goal-directed behavior (Robert
Kreitner dan Angelo Kinicki, 2001:205). Sedangkan Stephen P. Robbins
(2003:156) menyatakan motivasi sebagai proses yang menyebabkan Intensitas
(intensity), arah (direction), dan usaha terus-menerus (persistence) individu
menuju pencapaian tujuan. Motivasi merupakan ukuran berapa lama seseorang
dapat menjaga usaha mereka. Individu yang termotivasi akan menjalankan tugas
cukup lama untuk mencapai tujuan mereka.
Sementara itu, Jerald Greenberg dan Robert A. Baroon (2003:190)
berpendapat bahwa motivasi merupakan serangkaian proses yang membangkitkan
(arouse), Mengarahkan (direct), dan menjaga (Maintain) perilaku manusia menuju
pada pencapaian tujuan. Membangkitkan berkaitan dengan dorongan atau energi
di belakang tindakan.
Dari pendapat-pendapat tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa motivasi
merupakan dorongan terhadap serangkaian proses perilaku manusia pada
pencapaian tujuan. Sedangkan elemen yang terkandung dalam motivasi meliputi
unsur membangkitkan, mengarahkan, menjaga, menunjukan intensitas, bersifat
terus-menerus dan adanya tujuan.

  1. Teori Hierarki Kebutuhan.
    Teori hierarki kebutuhan merupakan teori motivasi yang paling terkenal dari
    Abraham Maslow. Hipotesisnya mengatakan bahwa di dalam diri semua manusia
    bersemayam lima jenjang kebutuhan, yaitu sebagai berikut:
    a. Kebutuhan fisiologis, adalah kebutuhan manusia yang bersifat fisik.
    Seperti: rasa lapar, haus, perlindungan (pakaian dan perumahan), seks, dan
    kebutuhan fisik lain.
    b. Kebutuhan rasa aman, merupakan kebutuhan manusia yang muncul setelah
    kebutuhan fisik terpenuhi. Antara lain: keselamatan dan perlindungan
    terhadap kerugian fisik dan emosional.
    c. Kebutuhan sosial, ialah kebutuhan manusia yang muncul karena adanya
    interaksi sosial antara manusia yang satu dengan manusia yang lainnya,
    dan antara manusia dengan kelompok. Mencakup: rasa kasih sayang, rasa
    memiliki, rasa menerima, dan persahabatan.
    d. Kebutuhan penghargaan, yaitu kebutuhan manusia yang lebih bersifat
    kepentingan pribadi atau ego. Mencakup faktor penghargaan internal
    seperti: harga diri, otonomi, dan prestasi; serta faktor penghargaan
    eksternal seperti: misalnya status, pengakuan, dan perhatian.
    e. Kebutuhan perwujudan atau aktualisasi diri, adalah kebutuhan seseorang
    untuk menjadi manusia sesuai kecakapannya. Antara lain: pertumbuhan,
    pencapaian potensi, dan pemenuhan kebutuhan diri.
  2. Teori X dan Y.
    Teori motivasi milik Douglas McGregor mengemukakan dua
    pandangan yang nyata mengenai manusia, yakni: pandangan pertama pada
    dasarnya negatif disebut Teori X, dan yang lain pada dasarnya positif disebut
    Teori Y. McGregor menyimpulkan bahwa pandangan seorang pemimpin mengenai
    sifat manusia didasarkan atas beberapa kelompok asumsi tertentu, dan bahwa
    mereka cenderung membentuk perilaku mereka terhadap pegawai berdasarkan
    asumsi-asumsi tersebut. Menurut Teori X, empat asumsi yang dimiliki oleh
    pemimpin yakni:
    a. Pegawai pada dasarnya tidak menyukai pekerjaan, dan sebisa mungkin
    untuk menghindarinya.
    b. Karena pegawai tidak menyukai pekerjaan, mereka harus dipaksa,
    dikendalikan, atau diancam dengan hukuman untuk mencapai tujuan
    -tujuan.
    c. Pegawai akan menghindari tanggung jawab dan mencari perintah formal
    bilamana mungkin.
    d. Sebagian pegawai menempatkan keamanan di atas semua faktor lain yang
    terkait pekerjaan dan menunjukkan sedikit ambisi.
    Kontras dengan pandangan negatif tersebut diatas, McGregor membuat empat
    asumsi positif yang disebutnya Teori Y yaitu:
    a. Pegawai menganggap kerja sebagai hal yang menyenangkan, seperti
    halnya istirahat atau bermain.
    b. Pegawai akan berlatih mengendalikan diri, dan emosi untuk mencapai
    berbagai tujuan.
    c. Pegawai akan bersedia belajar untuk menerima, bahkan belajar lebih
    ertanggung jawab.
    d. Pegawai mampu membuat berbagai keputusan inovatif yang diedarkan ke
    seluruh populasi, dan bukan hanya bagi mereka yang menduduki posisi
    manajemen.
    Kesimpulan dari teori ini yaitu Teori X berasumsi bahwa
    kebutuhankebutuhan tingkat yang lebih rendah mendominasi individu, sedang
    Teori Y berasumsi bahwa kebutuhan-kebutuhan tingkat yang lebih tinggi
    mendominasi individu. McGregor sendiri meyakini bahwa asumsi Teori Y lebih
    sahih (valid) daripada Teori X