Pengertian Etos Kerja


Secara etimologis, etos berasal dari bahsa Yunani yaitu ethos yang berarti
karakter, watak kesusilaan, adat istiadat atau kebiasaan. Sebagai salah satu subjek
dari arti etos tersebut adalah etika yang berkaitan dengan konsep yang dimiliki
yang selalu ingin maju, akan melibatkan anggota untuk meningkatkan mutu
kinerjanya, diantaranya setiap organisasi harus memiliki etos kerja.
Tasmara (2012 : 20) menguraikan bahwa etos kerja adalah totalitas kepribadian
dirinya serta caranya mengekspresikan, memandang, meyakini dan memberikan
makna ada sesuatu yang mendorong dirinya untuk bertindak dalam meraih amal
yang optimal sehingga pola hubungan antara manusia dengan dirinya dan antara
manusia dengan makhluk lainnya dapat terjalin dengan baik.
Usman Pelly (2012 : 12) menyebutkan bahwa etos kerja adalah sikap yang
muncul atas kehendak sendiri yang didasari oleh sistem orientasi nilai budaya
terhadap kerja. Dapat dilihat dari pernyataan di muka bahwa etos kerja
mempunyai dasar dari nilai budaya, yang mana dari nilai budaya itulah yang
membentuk etos kerja masing-masing pribadi.
Sedangkan Sinamo (2011 : 62) menjelaskan bahwa etos kerja adalah
seperangkat perilaku kerja yang positif yang berakar pada kerjasama yang kental,
keyakinan yang fundamental, disertai komitmen yang total pada bagian
paradigma kerja yang integral. Istilah paradigma yang dimaksud disini berarti
konsep utama tentang kerja itu sendiri yang mencakup idealisme yang mendasari,
prinsip-prinsip yang mengatur, nilai-nilai yang menggerakkan, sikap-sikap yang
dilahirkan, standar-standar yang hendak dicapai, termasuk karakter utama, pikiran
dasar, kode etik, kode normal, dan kode perilaku bagi pemeluknya.
Sinamo (2012 : 29-189) menyatakan bahwa terdapat delapan etos kerja
profesional yang mampu menjadi navigasi mecapai sukses, yaitu:

  1. Kerja adalah Rahmat
    17
    Apapun pekerjaan seseorang, entah pengusaha, karyawan kantor, samapi buruh
    kasar sekalipun, adalah rahmat dari Tuhan. Anugerah itu seseorang terima tanpa
    syarat, seperti halnya menghirup oksigen dan udara tanpa biaya sepeser pun.
    Bakat dan kecerdasan yang memungkinkan seseorang bekerja adalah anugerah.
    Dengan bekerja, setiap tanggal muda seseorang menerima gaji untuk memenuhi
    kebutuhan hidup sehari-hari. Dengan bekerja seseorang punya banyak teman dan
    kenalan, punya kesempatan untuk menambah ilmu dan wawasan, dan masih
    banyak lagi. Semua itu anugerah yang patut disyukuri. Sungguh kelewatan jika
    seseorang merespon semua rahmat itu dengan kerja yang ogah-ogahan.
  2. Kerja adalah Amanah
    Apapun pekerjaan seseorang semua adalah amanah. Seyogyanya seseorang
    menjalankan amanah tersebut dengan sebaik mungkin. Kerja bukanlah sekedar
    pengisi waktu tapi perintah Tuhan. “Amanat itu mendatangkan rezeki,
    sedangkan khianat itu mendatangkan kemisikinan”. Etos ini membuat seseorang
    bisa bekerja sepenuh hati dan menjauhi tindakan tercela, misalnya korupsi dalam
    berbagai bentuknya.
  3. Kerja adalah Panggilan
    Jika pekerjaan atau profesi disadari panggilan, seseorang bisa berucap pada diri
    seseorang sendiri. “I do my best” Dengan begitu seseorang tidak akan merasa
    puas jika hasil karya seseorang kurang baik mutunya.
  4. Kerja adalah Aktualisasi
    Aktualisasi diri artinya pengungkapan atau pernyataan diri seseorang, yang
    harus diaktualisasikan yaitu:
    a) Kemampuan seseorang untuk bekerja dengan penuh tanggung jawab
    b) Kejujuran
    c) Displin
    d) Kemauan untuk maju
    e) Tunjukkanlah terlebih dahulu kualitas pekerjaan yang Anda lakukan sebelum
    Anda.
    f) Menurut terlalu banyak untuk menerima imbalan yang besar karena kerja
    adalah aktualisasi diri. Meski kadang membuat lelah, bekerja tetap
    merupakan cara terbaik untuk mengembangkan potensi diri dan membuat
    merasa “ada”. Bekerja jauh lebih menyenangkan daripada duduk bengong
    tanpa pekerjaan.
  5. Kerja adalah Ibadah
    Sepertinya halnya aktivitas keseharian seorang muslim, kerja juga harus
    diniatkan dan berorentasi ibadah kepada Tuhan. Dengan kata lain, setiap
    aktivitas yang seseorang lakukan hakikatnya mencari keridhaan Tuhan
    semata. Setiap ibadah Tuhan harus direalisasikan dalam bentuk tindakan,
    sehingga bagi orang yang bearagama aktivitas bekerja juga mengandung nilai
    ibadah. Kesadaran ini pada gilirannya akan membuat seseorang bisa bekerja
    secara ikhlas, bukan demi mencari uang atau jabatan semata.
  6. Kerja adalah Seni
    Kesadaran ini membuat seseorang untuk bekerja dengan santai seperti halnya
    melakukan hobi. Dengan mengungkapkannya melalui dan menggunakan
    medium dan materi pekerjaan sesorang seperti komputer, kertas, pena, suara,
    ruangan, papan tulis, meja, kursi atau apapun alat materi kerja seseorang.
    Materi kerja diatas dioalah secara kreatif dan imajinatif dalam peristiwa kerja
    dengan memanfaatkan tidak saja nilai warna, tetapi terutama nilai estetikanya.
  7. Kerja adalah Kehormatan
    Karena tidak semua orang bisa diberi kepercayaan untuk melakukan suatu
    pekerjaan seperti yang Anda terima saat ini. Kerja bukanlah masalah uang
    semata, namun lebih mendalam mempunyai sesuatu arti bagi hidup
    seseorang. Kadang mata seseorang menjadi “hijau” melihat uang, sampai
    akhirnya melupakan apa arti kebanggan profesi yang seseorang miliki. Bukan
    masalah tinggi rendah atau besar kecilnya suatu profesi, namun yang lebih
    penting adalah etos kerja, dalam arti penghargaan terhadap apa yang
    seseorang kerjakan. Sekecil apapun yang seseorang kerjakan, sejauh itu
    memberikan rasa bangga di dalam diri, maka itu akan memberikan arti besar.
    Seremeh apapun pekerjaan seseorang, itu adalah sebuah kehormatan. Jika
    seseorang bisa menjaga kehormatan dengan baik, maka kehormatan yang lain
    yang lebih besar akan datang kepada seseorang.
  8. Kerja adalah Pelayanan
    Manusia dciptakan dengan dilengkapi oleh keinginan untuk berbuat baik. Apa
    pun pekerjaan seseorang, pedagang, polisi bahkan penjaga mercusuar.
    Semuanya bisa dimaknai sebagai pengabdian kepada sesama.
    Delapan etos kerja tersebut, menunjukkan bahwa seorang karyawan dalam
    melaksanakan pekerjaannya tidak didasarkan atas perintah atasan melainkan
    keingiinan yang kuat untuk melakukan sesuatu tanpa paksaan dan
    dilaksanakan dengan penuh kejujuran. Jadi jika seseorang atau suatu
    organisasi, komitmen paradigma kerja tertentu, percaya padanya secara tulus
    dan serius, serta berkomitmen pada paradigma kerja tersebut makan
    kepercayaan itu akan melahirkan sikap kerja dan perilaku kerja mereka secara
    khas. Itulah etos kerja mereka, dan itu pula budaya kerja mereka.
    Berpijak pada penilaian pengertian bahwa etos kerja, menggambarkan suatu
    sikap, maka dapat ditegaskan bahwa etos kerja mengandung makna sebagai
    aspekevaluatif yang dimiliki oleh individu (kelompok) dalam memberikan
    terhadap kegiatan kerja. Mengingat kandungan yang ada dalam pengertian
    etos kerja adalah unsur penilaian, maka secara garis besar dalam penilaian itu,
    dapat digolongkan menjadi dua, yaitu penilaian positif dan negatif atau etos
    kerja tinggi dan etos kerja rendah