Dukungan sosial adalah derajat dukungan yang diberikan kepada
individu khususnya sewaktu dibutuhkan oleh orang-orang yang memiliki
hubungan emosional yang dekat dengan orang tersebut Gonollen dan Bloney
(1977 dalam As’ari, 2005:32). Pierce (1990 dalam Yuniasanti & Setiawan,
2015), mendefinisikan dukungan sosial sebagai sumber emosional atau
pendampingan yang diberikan oleh orang-orang disekitar individu untuk
menghadapi setiap permasalahan dan krisis yang terjadi dalam kehidupan
sehari-hari.
Rook (1987 dalam Kumalasari & Ahyani, 2012) juga mengatakan
bahwa dukungan sosial merupakan salah satu fungsi dari ikatan sosial, dan
ikatan-ikatan sosial tersebut menggambarkan tingkat kualitas umum dari
hubungan interpersonal. Ikatan dan persahabatan dengan orang lain
dianggap sebagai aspek yang memberikan kepuasan secara emosional dalam
kehidupan individu. Saat seseorang didukung oleh lingkungan maka
segalanya akan terasa lebih mudah. Dukungan sosial menunjukkan pada
hubungan interpersonal yang melindungi individu terhadap konsekuensi
negatif dari stress. Dukungan sosial yang diterima dapat membuat individu
merasa tenang, dicintai, timbul rasa percaya diri dan kompeten.
Gottlieb (1992 dalam Smet, 1994) menyatakan bahwa dukungan
sosial terdiri dari informasi atau nasehat verbal dan non-verbal, bantuan
nyata, atau tindakan yang diberikan oleh keakraban sosial atau didapat
karena kehadiran mereka dan mempunyai manfaat emosional atau efek
perilaku bagi seseorang yang menerimanya. Menurut Cutrona (1987)
dukungan sosial merupakan suatu proses hubungan yang terbentuk dari
individu dengan persepsi bahwa seseorang dicintai dan dihargai, disayangi,
untuk memberikan bantuan kepada individu yang mengalami tekanan-
tekanan dalam kehidupannya.
Siegel (1999 dalam Ristianti, 2008) mengemukakan dukungan sosial
sebagai informasi dari orang lain yang menunjukan bahwa ia dicintai dan
diperhatikan, memiliki harga diri dan dihargai serta merupakan bagian dari
jaringan komunikasi dan kewajiban bersama. Sarafino (1994 dalam Ristianti,
2008), menggambarkan dukungan sosial sebagai suatu kenyamanan,
perhatian, penghargaan ataupun bantuan yang diterima individu dari orang
lain maupun kelompok. Dalam pengertian lain disebutkan bahwa dukungan
sosial adalah kehadiran orang lain yang dapat membuat individu percaya
bahwa dirinya dicintai, diperhatikan dan merupakan bagian dari kelompok
sosial, yaitu keluarga, rekan kerja, teman dekat (Casel 1992 dalam Ristianti,
2008).
Sarafino dan Smit (2011) menyatakan bahwa dukungan sosial tidak
hanya mengacu terhadap tindakan yang dilakukan orang lain tetapi juga
mengacu pada persepsi seseorang bahwa kenyamanan, kepedulian, dan
bantuan yang tersedia dapat dirasakan dukungannya. Dukungan sosial akan
dipersepsi positif apabila individu merasakan manfaat dukungan yang
diterimanya. Sebaliknya ketika individu mempersepsi secara negatif,
dukungan yang diterimanya akan dirasa tidak bermanfaat dan tidak berarti
sehingga individu merasa bahwa dirinya tidak dicintai, tidak dihargai dan
tidak diperhatikan
