a. Dampak terhadap produktivitas
Produktivitas dipengaruhi oleh banyak faktor moderator di
samping kepuasan kerja. Lawler dan Porter (1968 dalam Waluyo, 2009;
82) mengharapkan produktivitas yang tinggi menyebabkan peningkatan
dari kepuasan kerja hanya jika tenaga kerja mempersepsikan bahwa
ganjaran intrinsik dan ekstrinsik yang diterima keduanya adil dan wajar
dan diasosiasikan dengan unjuk kerja yang unggul.
b. Dampak terhadap ketidakhadiran (absenteisme) dan keluar (turnover).
Porter dan Steers (1991 dalam Waluyo, 2009; 82)
berkesimpulan bahwa ketidakhadiran dan berhenti bekerja merupakan
jawaban-jawaban yang secara kualitatif berbeda. Dari penelitian
ditemukan bahwa tidak adanya hubungan antara ketidakhadiran
dengan kepuasan kerja.
Munandar (2014:367), terdapat empat cara mengungkapkan
ketidakpuasan karyawan. Pertama: Keluar, ketidakpuasan kerja yang
diungkapkan dengan meninggalkan pekerjaan. Termasuk dengan
mencari pekerjaan yang lainnya. Kedua: menyuarakan yaitu
ketidakpuasan kerja yang diungkapkan dengan usaha aktif dan
konstruktif untuk memperbaiki kondisi, termasuk memberikan saran
perbaikan, mendiskusikan masalah dengan atasannya. Ketiga yaitu
mengabaikan, artinya ketidakpuasan kerja yang diungkapkan melalui
sikap membiarkan keadaaan menjadi lebih buruk, misalnya sering
absen atau datang terlambat, kesalahan yang dibuat semakin banyak.
Keempat adalah kesetiaan, yaitu ketidakpuasan kerja yang
diungkapkan dengan menunggu secara pasif sampai kondisinya
menjadi lebih baik, termasuk membela perusahaan terhadap kritik dari
luar dan percaya bahwa organisasi dan manajemen akan melakukan
hal yang tepat untuk memperbaiki kondisi.
c. Dampak terhadap kesehatan
Salah satu temuan yang penting dari kajian yang dilakukan oleh
Kornhauser (1993 dalam Waluyo, 2009) tentang kesehatan mental dan
kepuasan kerja. Meskipun jelas bahwa kepuasan berhubungan dengan
kesehatan, namun hubungan kausal keduanya masih belum jelas.
Diduga bahwa kepuasan kerja menunjang tingkat dari fungs fisik dan
mental dan kepuasan sendiri merupakan tanda dari kesehatan. Tingkat
dari kepuasan kerja dan kesehatan saling berkesinambungan
peningkatan dari yang satu dapat mempengaruhi yang lain, begitupun
sebaliknya jika terjadi penurunan
