Pengertian Psychological Well Being (skripsi dan tesis)

Psychological Well Being atau dalam bahasa Indonesia adalah kesejahteraan psikologi. Kata “sejahtera” dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti aman sentosa dan makmur, selamat (lepas dari segala macam gangguan, kesukaran, dan sebagainya), adapun “kesejahteraan” berarti sejahtera, aman, selamat, tentraman kesenangan hidup, makmur, dan sebagainya. Psychological Well Being merupakan aktualisasi dan pencapaian yang paripurna dari potensi individu dimana seseorang dapat menerima segala kekurangan yang ada dalam dirinya juga kekurangannya, mandiri, mampu bersosialisasi dengan positif dengan orang lain, dapat menguasai lingkungan dan sekitarnya agar dapat menyelaraskan dengan cita-cita hidupnya, memiliki goal dalam kehidupannya, serta terus mengembangkan pribadinya (Ryff, 1989: 57) Sari, (2006: 13)

Bradburn menerjemahkan kesejahteraan psikologis berdasarkan pada buku karangan Aristoteles yang berjudul “Nicomachean Ethics” menjadi Happines (Kebahagiaan). Kebahagiaan berdasarkan pada pendapat Bradburn yakni adanya kesamaan dan keseimbangan antara sisi positif dan negatif. Amawidyati dalam jurnal religiusitas dan psychological Well Being pada korban gempa, Robinson mendefinisikan Psychological Well Being merupakan hasil evaluasi diri dan penilaian diri sendiri atas kehidupannya. Evaluasi dan penilaian akan pengalaman diri ini lah yang dapat membuat psychological Well Being seseorang dapat menjadi rendah atau dapat berusaha untuk menaikkan keadaan dan kesejahteraannya agar kesejahteraan psikologinya meningkat. Setiap individu yang dapat dengan mandiri menempatkan berbagai hal pada tempatnya, dapat mengatur dirinya secara meredeka, menatap masa depan dengan tanpa terbayang oleh masa lalu dan kemudian didukung dengan kemampuan untuk menempatkan hal-hal positif dan negatif dalam dirinya akan mendapatkan kesejahteraan psikologi yang tinggi dan sehat