Proses Internalisasi kebersyukuran (skripsi dan tesis)

Dalam proses intrernalisasi ini, dibutuhkan kerjasama dan saling terkait antara peneliti dengan subjek penelitian, menurut (Muhaimin, 1996 p. 153) dikutip oleh (Laila 2016:19) kebersykuran akan melewati tiga tahap proses internalisasi: 1) Tahap transformasi Pada tahap ini, subjek penelitian akan melalui proses transformasi nilai-nilai kebersyukuran, memperkenalkan konsepnya, dan menjelaskan berbagai seluk beluknya, pada tahap ini hanya menggunakan komunikasi verbal antara peneliti dengan subjek penelitian. 2) Tahap transaksi nilai-nilai kebersyukuran Pada tahap ini peneliti akan menggunakan pola komunikasi dua arah atau interaksi antara peneliti dengan subjek penelitian bersifat timbal balik 3) Tahap transinternalisasi Pada tahap ini, pola internalisasi lebih jauh mendalam dari tahap sebelumnya, dalam tahap ini bukan hanya komunikasi verbal, namun juga sikap mental dan kepribadian, jadi tahap ini komunikasi kepribadian berperan secara aktif. Proses internalisasi nilai-nilai kebersyukuran terjadi dengan berbagai tahapan dimulai dengan tahapan yang mudah dan ringan sampai bertahap pada tahapan yang lebih lanjut agar maksud dan tujuan internalisasi nilai-nilai dapat tercapai dengan sempurna.

Rahmawati (2018), bersyukur merupakan sebaik-baik jalan kehidupan bagi orang-orang, tidaklah seseorang menjadi semakin tinggi derajatnya melankan karena tingkat kesyukuran mereka juga meningkat, karena iman terdiri dari dua bagian yaitu bersyukur dan bersabar, maka bersyukur merupakan sebuah kewajiban bagi mereka yang mengaharapkan yang terbaik untuk dirinya. Orang-orang yang telah mendapati kesyukuran dalam dirinya memiliki ciri-ciri sebagai berikut : 1) Selalu berterimakasih dengan sesama manusia dan selalu berbuat baik kepada sesama 2) Selalu menghadirkan hati yang gembira dengan segala pemberian meskipun pemberian tersebut 3) Mampu mempergunakan nikmat itu untuk memperlancar jalan menuju keridhoan Allah SWT  4) Selalu mengucapkan Hamdalah atau tahmid setiap kali mendapatkan anugerag berupa kenikmatan atau mendapatkan pujian, maka mengucapkan sanjungan untuk Allah SWT 5) Memandang besar nikmat Allah SWT sekecil apapun yang diterimanya dan selalu memandang kepada orang-orang yang berada di bawahnya untuk mempertebal rasa syukurnya