Alkharraz menyatakan sebagaimana dikutip oleh Amir Najjar bahwa syukur itu dibagi menjadi 3 (an-Najjar, 2001) 1) Syukur dengan hati, yaitu kesyukuran yang berasal dari hati yakni penerimaan sepenuhnya akan nikmat adalah datangnya dari Allah semata dengan tulus dan ridho sehingga tidak akan muncul rasa kekurangan dan kekufuran atas berbagai anugerahnya. Ketika syukur dengan hati sudah 18 dilaksanakan maka akan timbul ketenangan hati, ketenteraman jiwa, dan jauh dari kesusahan dunia. 2) Syukur dengan lidah/lisan. Yakni dengan mengakui dengan ucapan akan segala kenikmatan dan anugerah itu merupakan datangnya dari Allah semata dengan banyak mengucap Hamdalah dan berbagai pujian-pujian yang baik kepada Allah atas segala kenikmatan yang dianugerahkan kepadanya. 3) Syukur dengan perbuatan yakni mempergunakan kenikmatan yang diperoleh untuk melaksanakan ketaatan dan untuk merenungi berbagai kenikmatan yang ia peroleh. Dengan mengamalkan ketiga bagian syukur tersebut, maka berbagai kemudahan hidup, kebermaknaan hidup, kesucian jiwa dan lain sebagaiya akan timbul seiring dengan tingkatan syukur tersebut.
