Pengertian Kinerja Keuangan


Menurut Sanjaya Surya (2018:282) Kinerja keuangan merupakan tingkat
kesuksesan yang dicapai oleh perusahaan sehingga memperoleh hasil pengelolaan
keuangan yang baik. Kinerja keuangan dapat dikatakan suatu analisis yang
dilakukan untuk melihat sejauh mana suatu perusahaan telah melaksanakan dengan
menggunakan peraturan-peraturan pelaksanaan keuangan secara baik dan benar.
kinerja keuangan adalah bentuk prestasi yang dicapai oleh perusahaan dalam
mengelola keuangan dan juga menggambarkan kondisi kinerja suatu entitas.
Kinerja keuangan merupakan gambaran kondisi suatu perusahaan pada suatu
periode tertentu baik dalam kaitannya dengan aspek penghimpunan dana maupun
penyaluran dana, yang biasanya di ukur dengan indikator kecukupan modal,
likuiditas, dan profabilitas (Ratnasari Chomsatu Samrotun & Wijayanti,2018).
Menurut Fahmi (2011: 2) penilaian kinerja setiap perusahaan adalah berbeda-
beda karena tergantung kepada ruang lingkup bisnis yang dijalankannya. Maka
disini ada 5 (lima) tahapan dalam menganalisis kinerja keuangan suatu perusahaan
secara umum yaitu:
a. Melakukan review terhadap data laporan keuangan. Review disini dilakukan
dengan tujuan agar laporan keuangan yang sudah dibuat tersebut sesuai dengan
penerapan kaidah-kaidah yang berlaku umum dalam dunia akuntansi, sehingga
dengan demikian hasil laporan keuangan tersebut dapat dipertanggung
jawabkan.
b. Melakukan perhitungan. Penerapan metode perhitungan disini adalah
disesuaikan dengan kondisi dan permasalahan yang sedang dilakukansehingga
hasil dari perhitungan tersebut akan memberikan suatu kesimpulan sesuai
dengan analisis yang diinginkan.
c. Melakukan perbandingan terhadap hasil hitungan yang telah diperoleh. Dari
hasil hitungan yang sesuai diperoleh tersebut kemudian dilakukan
perbandingan dengan hasil hitungan dari berbagai perusahaan lainnya. Metode
yang paling umum dipergunakan untuk perbandingan ada dua yaitu:
a) Time series analysis, yaitu membandingkan secara antar waktu atau antara
periode, maka akan terlihat perbandingan secara grafik.
b) Cross sectional approach, yaitu melakukan perbandingan terhadap hasil
hitungan rasio-rasio yang telah dilakukan antara satu perusahaan dan
perusahaan lainnya dalam ruang lingkup yang sejenis dan dilakukan secara
bersamaan.
Dari hasil penggunaan metode ini diharapkan nantinya akan dapat dibuat
suatu kesimpulan yang menyatakan posisi perusahaan tersebut berada dalam
kondisi sangat baik, baik, sedang/normal, tidak baik, dan sangat tidak baik.
d. Melakukan penafsiran (interpretation) terhadap berbagai permasalahan yang
ditemukan. Pada tahap ini analisis melihat kinerja keuangan perusahaan adalah
setelah dilakukan ketiga tahap tersebut selanjutnya dilakukan penafsiran untuk
melihat apa-apa saja permasalahan dan kendala-kendala yang dialami
perusahaan tersebut.
e. Mencari dan memberikan pemecahan masalah (solution) terhadap
permasalahan yang ditemukan. Pada tahap terakhir ini setelah ditemukan
berbagai permasalahan yang dihadapai maka dicarikan solusi guna memberikan
suatu input atau masukan agar apa yang menjadi kendala dan hambatan ini
dapat terselesaikan.