Menurut Schiffman dan Kanuk (2010:470), indikator niat beli adalah
sebagai berikut :
1) Tertarik mencari informasi mengenai produk atau jasa.
Pelanggan yang merasa tertarik untuk membeli produk atau jasa akan
terdorong untuk mencari informasi lebih banyak mengenai produk atau
jasa tersebut.
2) Mempertimbangkan untuk membeli.
Melalui pengumpulan informasi, pelanggan mempelajari merek yang
ada di pasar beserta fitur merek tersebut. Lalu pelanggan mulai
melakukan evaluasi terhadap pilihan yang tersedia dan
mempertimbangkan untuk membeli produk atau jasa.
3) Tertarik untuk mencoba.
Setelah memenuhi kedua indikator di atas, rasa ketertarikan untuk
mencoba akan timbul saat pelanggan selesai mengevaluasi produk atau
jasa yang ada. Evaluasi ini dinilai sebagai proses yang berorientasi
kognitif.
4) Ingin mengetahui produk atau jasa.
Setelah muncul keinginan untuk mencoba produk atau jasa, pelanggan
akan memiliki keinginan untuk mengetahui produk atau jasa. Pelanggan
akan memandang produk atau jasa sebagai sekumpulan atribut dengan
kemampuan yang berbeda dengan manfaat yang berbeda pula untuk
memuaskan kebutuhan serta keinginan pelanggan.
5) Ingin memiliki produk atau jasa.
Pelanggan akan memberikan perhatian yang besar pada produk atau jasa
dengan atribut yang dicarinya. Pada akhirnya, pelanggan akan
mengambil sikap atau keputusan preferensi terhadap suatu produk atau
jasa melalui evaluasi atribut dan menimbulkan niat untuk membeli atau
memiliki produk atau jasa yang disukainya.
