Saat melakukan aktivitas promosi, perusahaan tentunya tidak akan
berorientasi untuk mendapatkan keuntungan secara langsung, kebanyakan justru
harus mengeluarkan biaya yang cukup besar terlebih dahulu untuk membiayai
aktivitas promosinya, namun dalam jangka panjang diharapkan penjualanya dari
barang yang dipromosikan dapat meningkatkan seiring dengan sadarnya konsumen
terhadap benefit produk tersebut. Menurut Utami (2008:31) Promosi adalah penjualan
terorganisasi yang memberikan konsumen sebuah insentif untuk membeli produk
tertentu, saat melakukan hal-hal yang akan dipelajari dalam pengenalan pada
promosi. Saat melakukan promosi dengan memberikan insentif untuk produk tertentu
diperlukan tujuan awaal saat melakukan promosi adalah menarik minat konsumen.
Dengan adanya minat konsumen maka akan lebih mudah menjalankan tujuan
selanjutnya. Menurut Hurriyati (2008:58) Promosi merupakan salah satu faktor
penentu keberhasilan suatu program pemasaran. Betapapun berkualitasnya suatu
produk bila konsumen belum pernah mendengarnya dan tidak yakin bahwa produk
tersebut akan berguna bagi mereka, maka mereka tidak akan pernah percaya
membelinya.
Tujuan Promosi Menurut Hurriyati (2008:58) Tujuan utama dari promosi
adalah menginformasikan, mempengaruhi dan membujuk serta meningkatkan
pelanggan sasaran tentang perusahaan dari bauran pemasaran. Secara rinci tujuan
promosi tersebut dapat dijabarkan sebgai berikut:
a. Menginformasikan (informing)
Dapat berupa menginformasikan pasar mengenai keberadaan suatu produk
baru, memperkenalkan cara pemakaian yang baru dari suatu produk,
menyampaikan perubahan harga kepada pasar, menjelaskan cara kerja suatu
produk, menginformasikan jasa-jasa yang disediakan oleh perusahaan,
meluruskan kesan yang keliuru, mengurangin kekuatan atau kekhawatiran
pembeli, dan membangun citra perusahaan.
b. Membujuk Pelanggan Sasaran (persuading)
Untuk membentuk pilihan merek, mengalihkan pilihan ke merek tersebut,
mengubah persepsi pelanggan terhadap atribut produk, mendorong pembeli untuk
belanja saat itu juga dan mendorong pembeli untuk menerima kunjungan
wiraniaga (salesmen)
c. Mengingat (reminding)
Dapat terdiri atas mengingat pembeli bahwa produk yang bersangkutan
dibutuhkan dalam waktu dekat, mengingat pembeli akan tempat-tempat yang
menjual produk perusahaan, membuat pembeli tetap ingat walaupun tidak ada
kampanye iklan, dan menjaga agar ingatan pertama pembeli jauh pada produk
perusahaan. Meskipun secara umum bentuk-bentuk promosi memiliki fungsi yang
sama tetapi bentuk-bentuk tersebut dapat dibedakan berdasarkan tugas-tugas
khusunya. Beberapa tugas khusus itu sering disebut bauran promosi.
