Niat beli adalah tahap kecenderungan responden untuk bertindak sebelum
keputusan membeli benar-benar dilaksanakan. Terdapat perbedaan antara
pembelian aktual dan niat pembelian. Bila pembelian aktual adalah pembelian
yang benar-benar dilakukan oleh konsumen, maka niat pembelian adalah niat
untuk melakukan pembelian pada kesempatan mendatang. Menurut (Kotler ,
2005) niat pembelian ulang konsumen berkaitan dengan perilaku konsumen
berdasarkan motif yang dimilikinya untuk membeli atau memakai produk tertentu
untuk membeli kembali. Menurut (Adinata, 2015) niat beli ulang yang dimaksud
adalah pada saat konsumen membutuhkan akan jasa pelayanan atau suatu produk
maka, akan kembali membeli produk pada tempat yang sama, yang
menumbuhkan ikatan emosional antara pelanggan dengan suatu produk atau jasa.
Sedangkan, niat pembelian ulang menurut (Griffin, 2005) ialah perilaku dari
konsumen yang memberikan reaksi yang positif terhadap kepercayaan dari suatu
produk dan konsumen tersebut berniat untuk mengunjungi kembali atau membeli
produk dari perusahaan tersebut.
Pendapat lain dari (Parasuraman, Zeithaml, & Berry, 1985) menyatakan
bahwa niat pembelian ulang merupakan harapan setelah pembelian kualitas
layanan penjual mempengaruhi kepuasan, kepercayaan dan selanjutnya niat
pembelian kembali, tergantung dengan apa harapan yang dipenuhi. Oleh karena
itu, secara teori adanya sinyal yang timbulnya niat pembelian ulang online adalah
sebagai berikut :
a) Adanya sinyal yang berkaitan dengan antarmuka situs web atau website
pada suatu marketplace
b) Adanya harapan baik pada kualitas layanan penjual pada marketplace
c) Adanya konfirmasi kualitas
d) Timbulnya rasa kepuasan pada pembelian pertama
e) Adanya niat pembelian ulang
