Menurut Rangkuti (2009) citra merek adalah persepsi merek yang dihubungkan
dengan asosiasi merek yang melekat dalam ingatan konsumen sejalan dengan itu
Firmansyah (2019) citra merek adalah apa yang konsumen pikirkan dan rasakan ketika
mendengar atau melihat sebuah merek. citra merek mengacu pada pemahaman
konsumen terhadap keunikan, model, bentuk, pengguna dan merek sendiri dalam
memasarkan produknya. Jadi kesimpulan yang dapat diambil adalah citra merek
merupakan gambaran yang muncul dalam benak konsumen ketika mengingat suatu
merek tertentu, lalu mengacu pada pemahaman konsumen mengenai keunikan, model
dan cara merek tersebut dalam memasarkan produknya, citra merek yang positif dapat
meningkatkan niat beli konsumen terhadap produk dan citra merek penting bagi sebuah
produk karena dapat menambah nilai lebih pada produk dan dapat membantu dalam
menarik konsumen. Jadi jika sebuah produk memiliki reputasi yang baik maka produk
tersebut dapat menarik konsumen, meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap
merek dan mendapatkan tempat di hati konsumennya.
Menurut Firmansyah (2019) terdapat tiga komponen pembentuk citra merek yaitu:
- Citra perusahaan (corporate image) adalah hubungan yang dirasakan oleh
konsumen terhadap perusahaan yang bertanggung jawab atas produksi suatu produk
atau jasa. - Citra pengguna (user image) hubungan yang dipersepsikan oleh konsumen terhadap
individu atau kelompok yang menggunakan produk atau jasa, mencakup pemakai
itu sendiri, gaya hidup atau kepribadian dan status sosial. - Citra produk (product image) adalah hubungan yang dipersepsikan oleh konsumen
terhadap suatu produk, mencakup atribut produk tersebut, manfaat yang diberikan
kepada konsumen, cara penggunaannya dan jaminan yang diberikan
