Persepsi Resiko


Persepsi risiko (perceived risk) merupakan konsekuensi negatif yang
konsumen ingin hindari ketika membeli atau menggunakan produk.
Konsekuensi negatif atau risiko yang dapat terjadi bisa bermacam-macam.
Risiko fisik seperti kecelakaan akibat mesin dari produk yang dibeli ternyata
mengalami kerusakan adalah salah satu contoh. Konsekuensi lain yang ingin
dihindari adalah risiko finansial misalnya garansi perbaikan dari produk yang
dibeli tidak dapat mengembalikan produk seperti keadaan semula sehingga
konsumen merugi. Selain itu, beberapa konsumen juga memikirkan mengenai
risiko produk yang dibeli ternyata tidak dapat berfungsi dengan baik.
Sementara menurut Peter dan Olson (2005), persepsi risiko yang dialami
konsumen dipengaruhi oleh dua hal yaitu, seberapa besar hal tidak
menyenangkan yang disebabkan oleh konsekuensi negatif yang terjadi dan
konsekuensi negatif yang akan terjadi.
Schiffman dan Kanuk (2008) mendefinikan risiko sebagai suatu situasi
dimana pembuat keputusan memiliki pengetauan apriori konsekuensi yang
merugikan dan kemungkinan terjadinya. Sehingga , resiko yang terkait emosi
seperti kecemasan atau kekhawatiran negatif akan mempengaruhi kepercayaan.
Konsumen yang merasa khawatir dengan konsekuensi negatif yang akan
diterima akan membuat konsumen susah atau bahkan tidak sama sekali
mempunyai keinginan untuk membeli produk yang dianggapnya beresiko
merugikannya apabila dikonsumsi.