Ferdinand (2002 dalam Hidayat, Elita, Setiaman 2012), minat beli dapat
diidentifikasi melalui indikator-indikator sebagai berikut:
a. Minat transaksional, yaitu kecenderungan seseorang untuk membeli
produk.
b. Minat refrensial, yaitu kecenderungan seseorang untuk mereferensikan
produk kepada orang lain.
c. Minat preferensial, yaitu minat yang menggambarkan perilaku seseorang
yang memiliki prefrensi utama pada produk tersebut. Preferensi ini
hanya dapat diganti jika terjadi sesuatu dengan produk prefrensinya.
d. Minat eksploratif, minat ini menggambarkan perilaku seseorang yang
selalu mencari informasi mengenai produk yang diminatinya dan
mencari informasi untuk mendukung sifat-sifat positif dari produk
tersebut.
Atribut produk sebenarnya sangat penting dalam proses mempersuasi
konsumen. Konsumen menggabungkan begitu banyak atribut dari suatu
produk atau merek tertentu. Seluruh perilaku mereka umumnya tertuju pada
merek, terutama pada pentingnya fungsi yang mereka ingin capai dari
masing-masing atribut tersebut. Perilaku tersebut kemudian akan
mengarahkan konsumen pada minat beli yang merupakan suatu pemusatan
perhatian individu terhadap suatu barang yang disertai dengan perasaan
senang terhadap barang tersebut, sehingga minat tersebut menimbulkan
keinginan dan kemudian timbul perasaan yang meyakinkan individu bahwa
barang tersebut memiliki manfaat, dan individu ingin memiliki barang
tersebut dengan cara membelinya.
