Financial Performance


Kinerja keuangan perusahaan (financial performance) merupakan kondisi
keuangan perusahaan dalam kurun waktu tertentu untuk mengukur keberhasilan
suatu perusahaan yang pada umumnya berfokus pada informasi kinerja yang
berasal dari laporan keuangan.
Pengertian pengukuran kinerja keuangan menururt Mirza Rizkan (2017)
secara sederhana adalah penentuan secara periodik efektivitas operasional suatu
organisasi, bagian organisasi dan karyawannya berdasarkan sasaran, standar dan
kinerja yang telah ditetapkan sebelumnya. Dalam hal penilaian kinerja tak lepas
dari penilaian efektivitas dan efisiensi. Pengukuran kinerja bervariasi menurut
tingkatan dalam organisasi. Pada tingkatan yang lebih rendah, pengukuran kinerja
cenderung lebih terperinci, spesifik, kuantitatif dan perhatian ditunjukkan pada
penyimpangan yang spesifik. Sedangkan pada tingkatan yang lebih tinggi,
standarnya cenderung lebih umum, dan perhatian lebih ditunjukkan pada investasi
untuk satu unit secara keseluruhan, hasil-hasil pokok dan penyimpangan yang
bersifat pengecualian. Kinerja keuangan perusahaan (corporate financial
performance) merupakan hasil yang dicapai oleh perusahaan atas berbagai aktivitas
yang dilakukan dalam mengoptimalkan sumber keuangan yang tersedia. Kinerja
keuangan dapat dilihat dari analisis laporan keuangan atau analisis rasio keuangan.
Kinerja keuangan perusahaan (financial performance) merupakan media
pengukuran subjektif yang menggambarkan efektifitas penggunaan asset oleh
sebuah perusahaan dalam menjalankan bisnis utamanya dan memperoleh
peningkatan pendapatan (Setyowati, 2008). Adapun tujuan pokok penilaian kinerja
adalah untuk memacu semangat karyawan dalam mencapai tujuan perusahaan dan
dalam menerapkan standar yang telah ditetapkan sebelumnya, agar melakukan
tindakan dan hasil yang diinginkan. Data yang relevan dalam penilaian ini harus
berada di dalam bidang pertanggungjawaban atau dapat dikendalikan oleh manajer
yang bersangkutan. Manfaat informasi kinerja keuangan antara lain adalah:
a. Untuk mengetahui sejauh mana perkembangan perusahaan dalam setiap
periodenya.
b. Untuk memprediksi kapasitas perusahaan dalam menghasilkan arus kas
melalui sumber data yang ada.
c. Dapat digunakan untuk menilai kontribusi suatu bagian dalam mencapai
tujuan perusahaan secara keseluruhan.
d. Bagi investor, informasi laporan kinerja perusahaan dapat menjadi bahan
pertimbangan apakah dapat tetap mempertahankan investasinya atau tidak.
e. Bagi calon investor, informasi laporan kinerja keuangan dapat menajadi
bahan pertimbangan untuk melakukan investasi diperusahaan tersebut atau
tidak.
Kinerja perusahaan dapat diukur dengan melakukan analisis terhadap
laporan keuangan yang dikeluarkan secara periodik. Laporan keuangan berupa
laporan neraca, laporan laba rugi, laporan arus kas, laporan perubahan modal, serta
laporan catatan atas laporan keuangan yang pada dasarnya secara bersama-sama
memberikan suatu gambaran tentang posisi keuangan perusahaan. Informasi yang
terkandung dalam laporan keuangan digunakan investor untuk memperoleh
perkiraan tentang laba dan deviden dimasa mendatang dan resiko atas penilaian
tersebut. Dengan demikian pengukuran kinerja keuangan dari laporan keuangan
dapat digunakan sebagai alat ukur pertumbuhan kekayaan pemegang saham
(investor).