Terdapat beberapa definisi kinerja, yaitu :
1) Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1995 : 503), yaitu :
“Sesuatu yang dicapai/prestasi yang diperlihatkan/kemampuan kerja”
2) Berdasarkan Webster New Word Dictionary , kinerja adalah :
“Performance is the act performing/something done or performed”.
Dari kedua definisi diatas, dapat diambil kesimpulan pengertian
kinerja adalah suatu kemampuan atau prestasi yang dicapai dalam
melaksanakan suatu tindakan tertentu.
b. Manfaat Pengukuran Kinerja
Menurut R. A. Supriyanto (1995:242), jika didesain dan
diimplementasikan dengan baik, pengukuran kinerja dapat memberikan
manfaat penting pada perusahaan sebagai berikut :
1) Menelusuri kinerja dibandingkan dengan harapan-harapan para
konsumen sehingga perusahaan dekat dengan para konsumennya dan
mendorong semua orang dalam perusahaan terlibat dalam usaha
memuaskan para konsumennya.
2) Menjamin keterkaitan antara rangkaian para konsumen internal dan para
pemasok internal. Keterkaitan ini dapat mengurangi persaingan lintas
fungsional dalam perusahaan dan dapat meningkatkan kerja sama untuk
mencapai tujuan organisasi.
3) Mengidentifikasi pemborosan dalam berbagai bentuk dan mengarah
kepada pengurangan atau pengeliminasian pemborosan.
4) Membuat tujuan strategis lebih kongkrit sehingga dapat meningkatkan
pemahaman terhadap organisasi.
5) Membangun konsensus untuk mengubah perilaku yang mendukung
pencapian keselarasan tujuan.
6) Memungkinkan keterkaitan antara akuntansi aktivitas dengan ukuran-
ukuran kinerja. Keterkaitan ini bermanfaat untuk :
- Menyediakan informasi mengenai biaya aktivitas dan biaya produk
serta objek biaya lainnya. - Mengidentifikasi driver-driver biaya bisnis.
7) Memusatkan perhatian pada driver-driver biaya. Driver-driver biaya
dapat menjelaskan faktor sebab akibat antara aktivitas dan biaya sehingga
bermanfaat untuk - Mengurangi jumlah pemasok sehingga aktivitas-aktivitas pembelian
misalnya waktu dan biaya negosiasi dengan para pemasok dapat
dikurangi. - Mengurangi jumlah komponen dalam suatu produk sehingga
aktivitas perkiraan dapat dikurangi. - Mengurangi jumlah perintah perubahan perekayasaan sehingga
jumlah aktivitas pekerjaan kembali dapat dikurangi. - Mengurangi waktu setel (setup) sehingga aktivitas setup mesin dapat
dikurangi
