Analisis Rasio Keuangan


Menurut Hery (2015 : 161 – 163), analisis rasio adalah analisis yang
dipakai dengan menghubungkan dari berbagai perkiraan yang ada pada
laporan keuangan koperasi dalam bentuk rasio keuangan. Rasio keuangan
adalah suatu cara yang dapat diperhitungan melalui rasio dengan
menggunakan laporan keuangan yang memiliki fungsi sebagai alat ukur
dalam menilai kondisi keuangan dan kinerja suatu perusahaan. Tujuan dari
analisis rasio adalah digunakan secara khusus oleh pemangku kepentingan
dalam hal mengenai keputusan investasi atau penyaluran modal. Rasio
keuangan disusun dengan menggabungkan angka-angka dalam laporan laba
rugi maupun neraca. Terdapat beberapa rasio keuangan antara lain :

  1. Rasio Likuiditas
    Adalah rasio keuangan yang memiliki aktivitas atau kemampuan
    perusahaan dalam melunasi kewajiban atau membayar hutang jangka
    pendek. Dengan kata lain, rasio likuiditas adalah rasio yang dipakai guna
    untuk mengukur sampai sejauh mana tingkat kemampuan perusahaan
    dalam melunasi atau menutupi kewajiban jangka pendek yang telah jatuh
    tempo pada waktu yang telah ditentukan.
    Menurut Fahmi (2011) Rasio likuiditas merupakan kemampuan
    perusahaan untuk menutupi atau melunasi hutang jangka pendeknya secara
    tepat waktu. Menurut Prihadi (2011), Rasio Likuiditas mempunyai tujuan
    untuk mengetahui seberapa jauh kemampuan perusahaan dalam melunasi
    hutang jangka pendeknya. Oleh karena itu pos yang dihitung adalah pos
    neraca pada bagian aset lancar dan hutang lancar. Rasio likuiditas dapat
    dihitung salah satunya dengan menggunakan current ratio