Jenis-jenis Rasio Keuangan


“Secara umum, terdapat berbagai jenis pengelompokan rasio-rasio keuangan.
Pengelompokan rasio-rasio itu tergantung pada tujuan masing-masing analisis.”
(Prastowo, 2012: 53).
Weston dan Brigham (2012: 294) membagi rasio keuangan ke dalam lima
kelompok sebagai berikut:

  1. Rasio likuiditas, menggambarkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi
    kewajiban jangka pendek.
  2. Rasio Solvabilitas, mengukur sejauh mana perusahaan dibiayai dengan hutang.
  3. Rasio solvabilitas atau rasio pengukuran, mengukur tingkat efektivitas
    pemanfaatan sumber daya perusahaan.
  4. Rasio profitabilitas, memberikan tingkat efektivitas manajemen dalam
    mengelola perusahaan seperti ditunjukkan oleh laba yang dihasilkan dari
    penjualan dan dari pendapatan investasi.
  5. Rasio pertumbuhan, menggambarkan kemampuan perusahaan
    mempertahankan posisi ekonominya ditengah perekonomian secara
    keseluruhan dan disektor industrinya sendiri.
    Sedangkan rasio-rasio yang dipakai untuk mengevaluasi keuangan menurut
    Harahap (2011: 300) adalah sebagai berikut:
  6. Rasio likuiditas, menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menyediakan kas
    dan pos-pos lancar yang sifatnya hampir mendekati kas yang berguna untuk
    memenuhi kewajiban yang akan jatuh tempo.
  7. Rasio efisiensi, untuk menentukan nilai efektivitas perusahaan dalam
    menggunakan sumber daya perusahaan untuk menghasilkan keuntungan.
  8. Rasio leverage, menunjukkan kualitas kewajiban perusahaan serta berapa besar
    perbandingan antara kewajiban dengan aktiva perusahaan.
  9. Rasio profitabilitas, mengukur kemampuan perusahaan untuk mendapatkan
    laba dari setiap penjualan.
  10. Rasio dividen “payoutí” digunakan untuk mengukur seberapa besar bagian dari
    laba bersih perusahaan yang digunakan sebagai dividen.