Tujuan dari Kinerja Keuangan


Menurut Jumingan (2014: 239) analisis kinerja keuangan bank
mengandung beberapa tujuan dari perhitungan kinerja keuangan sebagai
berikut:
a. Untuk mengetahui keberhasilan pengelolaan keuangan bank terutama
kondisi likuiditas, kecukupan modal, dan profitabilitas yang dicapai
dalam tahun berjalan maupun tahun sebelumnya;
b. Untuk mengetahui kemampuan bank dalam mendayagunakan semua
aset yang dimiliki dalam menghasilkan profit secara efisien.
Menurut Hery (2016: 25) dengan pengukuran kinerja keuangan dapat
dilihat prospek pertumbuhan dan perkembangan keuangan perusahaan dari
mengandalkan sumber daya yang dimilikinya. Perusahaan dikatakan
berhasil apabila perusahaan telah mencapai suatu kinerja tertentu yang telah
ditetapkan. Pengukuran kinerja keuangan adalah penting sebagai sarana
atau indikator dalam rangka memperbaiki kegiatan operasional perusahaan
dengan perbaikan kinerja operasional diharapkan bahwa perusahaan dapat
mengalami pertumbuhan keuangan yang lebih baik dan juga dapat bersaing
dengan perusahaan lain lewat efisiensi dan efektivitas.
Menurut Kasmir (2017: 105) hasil rasio keuangan digunakan untuk
menilai kinerja dalam suatu periode apakah mencapai target seperti yang
telah ditetapkan. Kemudian juga dapat dinilai kemampuan manajemen
dalam memberdayakan sumber daya perusahaan secara efektif. Dari kinerja
yang dihasilkan ini juga dapat dijadikan sebagai evaluasi hal-hal yang perlu
dilakukan ke depan agar kinerja manajemen dapat ditingkatkan atau
dipertahankan sesuai dengan target perusahaan