Rasio keuangan merupakan rasio yang menyederhanakan hubungan antara
pos tertentu dengan pos yang lainnya. Pengertian rasio keuangan menurut
(Kasmir, 2017) adalah kegiatan membandingkan angka-angka yang ada dalam
laporan keuangan dengan cara membagi satu angka dengan angka lainnya.
Perbandingan dapat dilakukan antara satu komponen dengan komponen dalam
satu laporan keuangan atau antar komponen yang ada diantara laporan keuangan.
Adapun analisis rasio keuangan berguna untuk menentukan kesehatan
keuangan suatu perusahaan yang baik pada saat sekarang maupun masa
mendatang. Berdasarkan pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa rasio
keuangan adalah suatu analisis yang mengembangkan hubungan dua data
keuangan atau lebih antara yang satu dengan yang lainnya yang di lihat dari
laporan keuangan yang terdapat pada laporan neraca, laba rugi dan arus kas
(Patu.A, 2021)
Pada dasarnya rasio keuangan dikelompokkan menjadi 4 macam kategori
yaitu :
- Rasio Likuiditas
Pengertian rasio likuiditas yaitu rasio yang mengukur seberapa jauh
kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban lancar dengan aktiva
lancar yang tersedia. Jenis-jenis rasio likuiditas :
a. Current Ratio (CR) adalah rasio yang mengukur sejauh mana
kemampuan aktiva lancar perusahaan biasa dipergunakan untuk
memenuhi kewajiban lancarnya.
b. Quick Ratio (QR) adalah rasio yang menunjukkan kemampuan
perusahaan dalam membayar kewajiban hutang dengan aktiva lancar
tanpa memperhitungkan nilai sediaan. - Rasio Solvabilitas
Pengertian rasio solvabilitas yaitu rasio yang digunakan untuk mengukur
kemampuan perusahaan dalam memenuhi segala kewajibannya apabila
perusahaan likuidasi. Jenis-jenis rasio solvabilitas :
a. Debt to Equity Ratio (DER) adalah rasio yang digunakan untuk
menilai utang dengan ekuitas. Untuk mencari rasio ini dengan cara
membandingkan antara seluruh utang termasuk utang lancar dengan
seluruh ekuitas
b. Deb to Asset Ratio (DAR) adalah rasio yang digunakan untuk
mengukur antara total utang dengan total aktiva, Dengan kata lain,
seberapa besar aktiva perusahaan dibiayai oleh utang dan seberapa
besar utang perusahaan berpengaruh terhadap pengelolaan aktiva - Rasio Profitabilitas
Pengertian rasio profitabilitas adalah rasio yang mengukur kemampuan
perusahaan dalam mencari keuntungan. Rasio profitabilitas dapat di ukur
dengan empat rasio yaitu :
a. Return on Equity (ROE) adalah rasio untuk mengukur laba bersih
sesudah pajak dengan modal sendiri. Semakin tinggi rasio ini, semakin
baik keadaan perusahaan.
b. Nett Profit Margin (NPM) rasio yang digunakan untuk mengukur
margin laba bersih atas penjualan. Semakin besar rasio Nett Profit
Margin maka semakin baik, karena dianggap kemampuan perusahaan
dalam mendapatkan laba cukup tinggi.
c. Gross Profit Margin (GPM) adalah rasio yang digunakan untuk
menilai laba kotor yang diperoleh perusahaan dengan penjualan. Maka
semakin besar rasio ini berarti semakin baik kondisi keuangan suatu
perusahaan.
d. Return On Assets (ROA) merupakan rasio yang menunjukkan seberapa
efisien manajemen perusahaan dalam menggunakan aset untuk
menghasilkan pendapatan. Semakin besar presentase yang dihasilkan
artinya semakin efisien pula penggunaan aset dari perusahaan. - Rasio Aktivitas
Pengertian rasio aktivitas merupakan rasio yang digunakan untuk
mengukur sejauh mana efektivitas manajemen perusahaan dalam mengelola
asset-assetnya. Jenis-jenis rasio aktivitas :
a. Inventory Turnover (Perputaran Persediaan) adalah rasio yang
digunakan untuk mengukur kemampuan dana yang tertanam dalam
satu periode tertentu atau mengukur likuiditas dari inventori dan
terdensi untuk adanya overstock.
b. Total Asset Turnover (Perputaran Aktiva) adalah rasio yang digunakan
untuk mengukur kemampuan dana yang tertanam dalam keseluruhan
aktiva yang berputar dalam satu periode tertentu atau kemampuan dari
modal yang diinvestasikan untuk menghasilkan penjualan
