Pengertian Analisis Laporan Keuangan


Menurut Rudianto (2013) analisis laporan keuangan adalah meneliti
hubungan yang ada diantara unsur-unsur dalam laporan keuangan, dan
membandingkan unsur-unsur pada laporan keuangan tahun berjalan dengan unsur-
unsur yang sama tahun yang lalu atau angka pembanding lain serta menjelaskan
penyebab perubahannya. Teknik yang dapat digunakan untuk menganalisis
laporan keuangan antara lain :

  1. Analisis perbandingan laporan keuangan
    Perbandingan antara laporan keuangan yang satu dengan yang lain dapat
    dilakukan secara horizontal ataupun secara vertikal. Perbandingan secara
    horizontal adalah metode perbandingan antara laporan keuangan satu
    perusahaan dan perusahaan lain dalam tahun yang sama. Perbandingan tersebut
    harus dilakukan antara perusahaan sejenis (apple to apple). Perbandingan
    secara vertikal adalah perbandingan antara laporan keuangan suatu perusahaan
    di tahun-tahun yang berbeda.
  2. Analisis tren
    Merupakan metode untuk melihat tendensi atau kecendrungan kinerja suatu
    perusahaan dari tahun ke tahun, apakah kecendrungan menurun atau
    meningkat.
  3. Analisis proporsi per jenis akun
    Merupakan metode analisis untuk melihat perubahan proporsi antara satu akun
    dan akun lain atau dengan keseluruhan akun.
  4. Analisis Break Even Point
    Merupakan metode analisis untuk mengetahui tingkat penjualan minimal yang
    harus dicapai perusahaan agar tidak mengalami kerugian.
  5. Analisis Rasio keuangan
    Merupakan metode analisis untuk mengetahui perbandingan antara satu akun
    tertentu dan akun lain dalam laporan keuangan suatu perusahaan serta
    hubungan diantara akun-akun tersebut.
    Menurut Hary (2015), tujuan dan manfaat dari dilakukannya analisis
    laporan keuangan adalah :
  6. Untuk mengetahui posisi keuangan perusahaan dalam suatu periode tertentu,
    baik aset, liabilitas, ekuitas, maupun hasil usaha yang telah dicapai untuk
    beberapa periode.
  7. Untuk mengetahui kelemahan-kelemahan yang menjadi kekurangan
    perusahaan.
  8. Untuk mengetahui kekuatan-kekuatan yang menjadi keunggulan perusahaan.
  9. Untuk menentukan langkah-langkah perbaikan yang perlu dilakukan dimasa
    mendatang, khususnya yang berkaitan dengan posisi keuangan perusahaan saat
    ini.
  10. Untuk melakukan penilaian kinerja manajemen.
  11. Sebagai pembanding dengan perusahaan sejenis, terutama mengenai hasil yang
    telah dicapai.