Menurut Kasmir (2008):
“Profit Margin on Sales atau Ratio Profit Margin atau margin laba atas penjualan
merupakan salah satu rasio yang digunakan untuk mengukur margin laba atas
penjualan.”݁ܰ
Cara pengukuran rasio ini adalah dengan membandingkan laba bersih
setelah pajak dengan penjualan bersih.
Rasio laba bersih terhadap penjualan pada dasarnya mencerminkan efektivitas
biaya/harga dari kegiatan perusahaan. Marjin laba bersih merupakan ukuran
keuntungan penjualan perusahaan setelah menghitung seluruh biaya dan pajak
penghasilan. Marjin ini menunjukkan penghasilan bersih perusahaan per dolar
atas penjualan. Menurut Listiadi (2007:4), laba bersih menunjukkan indikasi:
- Perusahaan akan dapat meningkatkan laba bersihnya. Pengendalian biaya
(cost control), bila perusahaan dapat menekan biaya operasional, maka
perusahaan akan dapat meningkatkan laba bersih. Demikian juga
sebaliknya, bila terjadi pemborosan biaya akan mengakibatkan
menurunnya laba bersih. - Volume bisnis, bahwa sampai tingkat tertentu, biaya – biaya operasional
merupakan biaya tetap yang harus dikeluarkan oleh perusahaan. Bila
perusahaan dapat meningkatkan volume bisnisnya, maka perusahaan akan
dapat meningkatkan laba bersihnya
