Ada tiga indikator komitmen organisasi (Meyer, J., Allen, 1997) yaitu :
- Komitmen afektif (affective commitment).
Sejauh mana seorang karyawan terlibat dengan organisasi, yang memiliki
rasa peduli dan tetap ingin tetap terhubung dengan organisasi tersebut.
Komitmen afektif berkaitan dengan emosional, identifikasi dan
keterlibatan karyawan didalam suatu organisasi. - Komitmen berkelanjutan (continuance commitment).
Hasrat keinginan seorang karyawan yang ingin bertahan dalam organisasi
sehingga karyawan akan merasa membutuhkan untuk dihubungkan
dengan organisasi. Komitmen ini didasarkan pada persepsi karyawan
tentang kerugian yang dihadapinya jika ia meninggalkan organisasi. - Komitmen normatif (normative commitment)
Seorang karyawan yang memiliki komitmen normatif akan menempatkan
perasaan kewajiban terhadap rekan kerja ataupun manajemen dan
memberikan perasaan kewajiban pada organisasi untuk memberikan balasan
atas yang telah organisasi berikan. Atau secara ringkas dapat dikemukakan
bahwa komitmen organisasional secara normatif merupakan keadaan
dimana ada sesuatu yang seharusnya mereka wajib lakukan untuk
organisasi
