Budaya organisasi yang kuat dan sukses pada sebuah perusahaan, maka
budaya organisasi tersebut perlu dipertahankan dan diperkuat bahkan dapat
diubah oleh manajemen, serta diperkenalkan pada karyawan melalui proses
sosialisasi agar nilai karyawan dan nilai organisasi dapar bersatu. Budaya
organisasi yaitu asumsi dasar diciptakan, ditemukan atau dikembangkan oleh
kelompok tertentu saat mereka menyesuaikan diri dengan masalah-masalah
eksternal dan integrasi internal-yang telah bekerja cukup baik serta dianggap
berharga dan karena itu diajarkan pada anggota baru sebagai cara yang benar
untuk menyadari, berpikir dan merasakan hubungan dengan masalah tersebut
(Luthans, 2006).
Budaya organisasi merupakan teori dasar pada organisasi
yang berhubungan tentang keyakinan, norma-norma dan nilai-nilai bersama yang
menjadi karakteristik inti tentang bagaimana cara melakukan sesuatu dalam
organisasi tersebut. Keyakinan, norma-norma dan nilai-nilai yang diterapkan
tersebut maka akan menjadi pegangan semua sumber daya manusia dalam
organisasi saat melaksanakan tugas pekerjannya (Wibowo, 2013).
Budaya organisasi merupakan nilai bersama yang diyakini oleh
semua anggota organisasi, didalamnya terdapat sikap inisiatif individu, toleransi
terhadap tindakan beresiko, arah organisasi, integrasi, dukungan manajemen,
kontrol, sistem imbalan, toleransi terhadap konflik dan pola komunikasi. Nilai-
nilai budaya organisasi yang kuat dapat menciptakan lingkungan yang kondusif
(Robbins & Judge, 2013).
