Dimensi Kinerja Karyawan


Menurut Bernardin dan Russel (Kaswan, 2015:153), ada enam kategori
hasil yang dapat digunakan untuk mengukur nilai kinerja karyawan, yaitu:
1) Kualitas
Seberapa jauh/baik proses atau hasil menjalankan aktivitas mendekati
kesempuranaan, ditinjau dari kesesuaian dengan cara ideal menjalankan suatu
kegiatan atau memenuhi tujuan yang dikehendaki oleh suatu aktivitas.
2) Kuantitas
Jumlah yang dihasilkan, dinyatakan dalam nilai dolar/rupiah, jumlah unit, atau
jumlah siklus kegiatan yang telah diselesaikan.
3) Ketepatan waktu
Seberapa jauh/baik sebuah aktivitas diselesaikan atau hasil yang diproduksi,
pada waktu yang paling awal dikehendaki dari sudut pandang koordinasi dengan
ouput yang lain maupun memaksimumkan waktu yang ada untuk kegiatan-kegiatan
lain.
4) Efektivitas biaya
Seberapa jauh/baik sumber daya organisasi (misalnya manusia, moneter,
teknologi, bahan) dimaksimumkan dalam pengertian memperoleh keuntungan
tertinggi atau pengurangan dalam kerugian dari masing-masing unit atau contoh
penggunaan sumber daya.
5) Kebutuhan untuk supervisi
Seberapa jauh/baik seorang karaywan dapat melaksanakan fungsi kerja tanpa
harus meminta bantuan pengawasan atau memerlukan intervensi pengawasan untuk
mencegah hasil yang merugikan.
6) Dampak interpersonal/kontekstual kinerja
Seberapa jauh/baik karyawan meningkatkan harga diri, itikad baik dan
Kerjasama antar sesame karyawan dan bawahan.