Menurut Dyne dan Graham (Priansa, 2016:243) faktor-faktor yang
mempengaruhi komitmen diantaranya:
- Personal
a. Ciri kepribadian tertentu
Ciri-ciri kepribadian tertentu seperti teliti, ekstrovert, berpandangan positif
(optimis), cenderung lebih komit. Demikian juga individu yang lebih
berorientasi kepada tim dan menempatkan tujuan kelompok diatas tujuan sendiri
serta individu yang altruistic (senang membantu) akan cenderung lebih komit.
b. Usia dan masa kerja
Usia dan masa kerja berhubungan positif dengan komitmen organisasi.
c. Tingkat pendidikan
Makin tinggi semakin banyak harapan yang mungkin tidak dapat di
akomodir, sehingga komitmennya semakin rendah.
d. Jenis kelamin
Wanita pada umumnya menghadapi tantangan lebih besar dalam mencapai
karirnya, sehingga komitmennya lebih tinggi.
e. Status perkawinan
Pegawai yang sudah menikah lebih terikat dengan organisasinya.
f. Keterlibatan kerja
Tingkat keterlibatan kerja individu berhubungan positif dengan komitmen
organisasi. - Situasional
a. Nilai (value) tempat kerja
Nilai-nilai yang dapat dibagikan adalah suatu komponen kritis dari
hubungan saling keterikatan. Nilai-nilai kualitas, inovasi, kooperasi, partisipasi
dan trust akan mempermudah setiap pegawai untuk saling berbagi dan
membangun hubungan erat. Jika para pegawai percaya bahwa nilai
organisasinya adalah kualitas produk jasa, para pegawai akan terlibat dalam
perilaku memberikan kontribusi untuk mewujudkan hal itu.
b. Keadilan organisasi
Keadilan organisasi meliputi: keadilan yang berkaitan dengan kewajaran
alokasi sumber daya, keadilan dalam proses pengambilan keputusan, serta
keadilan dalam persepsi kewajaran atas pemeliharaan hubungan antar pribadi.
c. Karakteristik pekerjaan
Meliputi pekerjaan yang penuh makna, otonomi dan umpan balik dapat
merupakan motivasi kerja yang internal. Jerigan, Beggs menyatakan kepuasan
atas otonomi, status dan kebijakan merupakan prediktor penting dari komitmen.
Karakteristik spesifik dari pekerjaan dapat meningkatkan rasa tanggung jawab,
serta rasa keterikatan terhadap organisasi.
d. Dukungan organisasi
Dukungan organisasi mempunyai hubungan yang positif dengan komitmen
organisasi. Hubungan ini didefinisikan sebagai sejauh mana pegawai
memersepsi bahwa organisasi memberi dorongan, respek, menghargai
kontribusi dan memberi apresiasi bagi individu dalam pekerjaannya. Hal ini
berarti jika organisasi peduli dengan keberadaan dan kesejahteraan pegawai dan
juga menghargai kontribusinya, maka pegawai akan menjadi komit. - Posisional
a. Masa kerja
Masa kerja yang lama akan semakin membuat pegawai komit, hal ini
disebabkan oleh karena semakin memberi peluang pegawai untuk menerima
tugas menantang, otonomi semakin besar, serta peluang promosi yang lebih
tinggi. Juga peluang investasi pribadi berupa pikiran, tenaga dan waktu yang
semakin besar, hubungan sosial lebih bermakna, serta akses untuk mendapat
informasi pekerjaan baru makin berkurang.
b. Tingkat pekerjaan
Berbagai penelitian menyebutkan status sosioekonomi sebagai prediktor
komitmen yang paling kuat. Status yang tinggi cenderung meningkatkan
motivasi maupun kemampuan aktif terlibat.
