Pada dasarnya kepuasan kerja merupakan suatu hal yang bersifat
individu, setiap individu memiliki tingkat kepuasan kerja yang berbeda sesuai
dengan nilai yang tertanam pada diri masing-masing, ini disebabkan karena ada
perbedaan di setiap individu. Seorang karyawan akan merasa nyaman dan
memberikan loyalitas yang tinggi pada perusahaan jika memperoleh kepuasan
kerja sesuai yang diharapkan.
Salah satu pengaruh pada managemen sumber daya manusia dalam suatu
perusahaan adalah terciptanya kepuasan kerja karyawan. Kepuasan kerja
karyawan mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap produktivitas atau
kinerja suatu organisasi secara langsung maupun tidak langsung. Karyawan
akan mendapatkan kepuasan dari perusahaan apabila karyawan tersebut dalam
bekerja merasa nyaman, memiliki rasa senang dan mendapatkan rasa puas
sesuai dengan apa yang diharapkan. Sedangkan kerja merupakan aktivitas yang
dilakukan secara sengaja oleh seseorang untuk mendapatkan penghasilan /
imbalan agar tercapai tujuan yang diharapkan.
Kepuasan kerja adalah suatu perasaan positif yang dihasilkan dari suatu
evaluasi atau koreksi pada setiap karakteristiknya (Robbins dan Judge,
2016:46). Pendapat lain arti kepuasan kerja adalah suatu sikap karyawan
terhadap pekerjaan yang berhubungan dengan situasi kerja, imbalan atau hasil
yang didapat setelah bekerja, kerja sama dengan sesama karyawan dan
berbagai hal yang menyangkut faktor fisik dan psikologis (Sutrisno, 2009:74).
Rivai dan Mulyadi (2010:246) juga menjelaskan bahwa kepuasan kerja adalah
penilaian dari karyawan atau pekerja tentang seberapa jauh pekerjaannya yang
secara keseluruhan dapat memuaskan kebutuhannya atau memenuhi
harapannya. Luthan (dalam Indrasari, 2017:39) menyatakan kepuasan kerja
adalah suatu keadaan yang menimbulkan rasa emosional pegawai yang mana
terjadi atau tidak terjadi titik temu antara batas jasa pegawai dengan tingkat
nilai balas jasa baik secara materi maupun non materi.
