Dalam studi manajemen sumber daya manusia, komitmen karyawan
merupakan salah satu aspek yang mempengaruhi perilaku manusia dalam
organisasi. Komitmen yang dimiliki karyawan terhadap organisasi dapat
dikatakan sebagai komitmen organiasasi. Karyawan yang memiliki komitmen
organisasi akan berusaha melibatkan diri dalam kegiatan untuk memajukan
perusahaan. Karyawan akan memilih untuk bertahan diperusahaan dan
melanjutkan keanggotaannya sebagai bentuk komitmen organisasi yang
dimiliki karyawan. Menurut Meyer dan Allen (dalam Kreitner & Kinicki,
2014:165) mengartikan komitmen adalah gabungan dari tiga dimensi yaitu
afektif, berkelanjutan dan normatif yang memiliki karakteristik hubungan
pegawai atau anggota dalam organisasi dengan organisasinya, dan
mengimplikasi terhadap keputusan individu untuk melanjutkan
keanggotaannya dalam berorganiasai.
Komitmen organisasi adalah suatu usaha karyawan untuk tetap berada
dalam organisasi dan terlibat dalam berbagai upaya untuk mencapai misi, nilainilai dan tujuan perusahaan (Alwi, 2008:62). Suparyadi (2015:452)
menyampaikan komitmen organisasional adalah sikap yang menunjukkan
lebih dari sekedar keanggotaan formal, tetapi juga meliputi sikap suka terhadap
organisasi atau merasa puas dengan organisasi sehingga menimbulkan
kesediaan untuk mengusahakan upaya-upaya yang tinggi bagi kepentingan
organisasi demi mencapai tujuan. Komitmen organisasi menurut Robbins dan
Judge (2016:47) adalah tingkat dimana seorang pekerja untuk mengidentifikasi
sebuah organisasi, tujuan dan harapan agar tetap menjadi anggota. Menurut
Mowday (dalam Sopiah, 2008:155) komitmen kerja sebagai istilah lain dari
komitmen organisasional, adalah suatu dimensi perilaku yang dapat digunakan
sebagai penilaian tingkat kecenderungan karyawan untuk tetap bertahan
sebagai anggota organisasi.
Menurut Luthans (dalam Wibowo, 2017:214) Komitmen organisasi
sering didefinisikan sebagai : keinginan kuat untuk tetap menjadi organisasi
tertentu, keinginan untuk mendesak usaha-usaha yang maksimal atas nama
organisasi, dan keyakinan yang pasti dalam atau penerimaan yang sesuai
dengan nilai-nilai dan tujuan organisasi. Wibowo (2017:214) menyatakan
bahwa komitmen pada dasarnya adalah merupakan kesediaan seseorang untuk
mengikatkan diri dan menunjukkan kesetiaan terhadap organisasi karena
merasakan dirinya terlibat dalam seluruh kegiatan organiasasi. Kesimpulan
dari arti komitmen organiasasi adalah keinginan anggota organisasi untuk
bersetia mempertahankan keanggotaannya dalam organisasi dan bersedia
melakukan usaha-usaha tingkat tinggi agar dapat mencapai tujuan organisasi.
Komitmen karyawan pada organisasi tidak terjadi begitu saja terbentuk,
tetapi melewati berbagai proses dan tahapan hingga akhirnya bisa diukur.
Menurut David (dalam Sopiah, 2008:163) menyampaikan ada empat faktor
yang mempengaruhi komitmen karyawan dalam suatu organisasi, yaitu :
- Faktor personal , misalnya : usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan,
pengalaman kerja dan kepribadian. - Karakteristik pekerjaan, misalnya : lingkup jabatan, tantangan dalam
pekerjaan, konflik peran dalam pekerjaan, serta tingkat kesulitan dalam
pekerjaan. - Karakteristik struktur, misalnya : besar atau kecilnya organisasi, bentuk
organisasi seperti sentralisasi atau desentralisasi, kehadiran serikat
pekerja dan tingkat pengendalian yang dilakukan organisasi terhadap
karyawan. - Pengalaman kerja. Pengalaman kerja karyawan sangat berpengaruh
terhadap komitmen karyawan pada organisasi. Karyawan yang baru
beberapa tahun bekerja dan karyawan yang sudah puluhan tahun bekerja
dalam organisasi pasti memiliki tingkat komitmen yang berbeda juga.
