Tercapainya suatu kinerja seseorang atau pekerja karena adanya upaya dan tindakan yang
dihasilkan. Upaya tersebut yaitu berupa hasil kerja (kinerja) yang dicapai oleh pekerja. Kinerja
dapat dihasilkan dari pendidikan, pengalaman kerja dan profesionalisme. Pendidikan adalah modal
dasar dan utama seorang pekerja dalam mencari kerja dan bekerja. Pengalaman dalam bekerja
berkaitan dengan masa kerja karyawan, semakin lama seseorang bekerja pada suatu bidang
pekerjaan maka semakin berpengalaman orang tersebut, dan apabila seseorang telah mempunyai
pengalaman kinerja pada suatu bidang pekerjaan tertentu, maka ia mempunyai kecakapan atas
bidang pekerjaan yang ia lakukan. Profesionalisme adalah gabungan dari pendidikan dan
pengalaman kerja yang diperoleh oleh seorang pekerja. Ada beberapa hal untuk membangun
mentalitas profesional menurut Jansen H. Sinamo (2008: 289) salah satunya adalah mentalitas
mutu yaitu seorang professional menampilkan kinerja terbaik yang mungkin, mengusahakan
dirinya selalu berada di ujung terbaik bidang keahliannya, standar kerjanya yang tinggi yang
diorientasikan pada ideal kesempurnaan mutu.
Menurut (Sedarmayanti, 2003: 149) ada beberapa faktor yang mempengaruhi pencapaian
kinerja atau prestasi kerja adalah faktor kemampuan (ability) dan faktor motivasi (motivation).
Faktor kemampuan di dapat dari pengetahuan (knowledge) dan keterampilan (skill) sedangkan
motivasi terbentuk dari sikap (attitude) dalam menghadapi situasi kerja.
