Menurut Hery (2018: 25) Pengukuran kinerja keuangan adalah penting
sebagai sarana atau indikator dalam rangka memperbaiki kegiatan operasional
perusahaan. Menurut Hery (2018:25) Berdasarkan tekniknya, analisis kinerja
keuangan dapat dibedakan menjadi sembilan macam, yaitu:
- Analisis perbandingan laporan keuangan, merupakan teknik analisis
dengan cara membandingkan laporan keuangan dari dua periode atau
lebih untuk menunjukkan perubahan dalam jumlah (absolut) maupun
dalam persentase (relatif). - Analisis tren, merupakan teknik analisis yang digunakan untuk
mengetahui tendensi keadaan keuangan dan kinerja perusahaan, apakah
menujukkan kenaikan atau penurunan. - Analisis persentase per komponen (common size), merupakan teknik
analisis yang digunakan untuk mengetahui persentase masing-masing
komponen aset terhadap total aset; persentase masing-masing
komponen utang dan modal terhadap passiva (total aset); persentase
masing-masing komponen laba rugi terhadap penjualan bersih. - Analisis sumber dan penggunaan modal keja, merupakan teknik
analisis yang digunakan untuk mengetahui besarnya sumber dan
penggunaan modal kerja selama dua periode waktu yang dibandingkan. - Analisis sumber dan penggunaan kas, merupakan teknik analisis yang
digunakan untuk mengetahui kondisi kas dan peubahan kas pada suatu
periode waktu tertentu. - Analisis rasio keuangan, merupakan teknik analisis yang digunakan
untuk mengetahui hubungan diantara pos tertentu dalam neraca maupun
laporan laba rugi. - Analisis perubahan laba kotor, merupakan teknik analisis yang
digunakan untuk mengetahui posisi laba kotor dari satu periode ke
periode berikutnya, serta sebab-sebab terjadinya perubahan laba kotor
tersebut. - Analisis titik impas, merupakan teknik analisis yang digunakan untuk
mengetahui tingkat penjualan yang harus dicapai agar perusahaan tidak
mengalami kerugian. - Analisis kredit, merupakan teknik analisis yang digunakan untuk
menilai layak tidaknya suatu permohonan kredit debitor kepada
kreditor, seperti bank
