Teori konflik, awalnya dikemukakan oleh Greenhaus & Beutell (1985) dalam
Khateeb, (2021: 30) mengemukakan bahwa pemenuhan dan pencapaian dalam
satu aspek kehidupan menghasilkan pengorbanan dalam aspek lain. Hal ini
didasarkan pada asumsi bahwa kedua domain yaitu kehidupan dan pekerjaan pada
dasarnya tidak sesuai satu sama lain dan bahwa mereka memiliki norma dan
persyaratan yang berbeda
