Definisi Kepuasan Kerja


Karyawan bisa menilai seberapa puas atau tidak puas individu dengan
pekerjaannya. Kepuasan kerja juga bisa digambarkan mempunyai sikap positif
terhadap pekerjaan pada diri karyawan. Apabila kepuasan kerja lebih
merefleksikan respon seorang pekerja terhadap pekerjaan atau beberapa aspek
dalam pekerjaannya dimana aktivitas harian mungkin akan mempengaruhi tingkat
kepuasan kerja, maka komitmen organisasi bersifat lebih luas, yaitu
mencerminkan respon afektif seorang pekerja kepada organisasi secara
keseluruhan (Martoyo, 2007). Menurut Luthans (2006) kepuasan kerja adalah
keadaan emosional yang positif dari seseorang yang ditimbulkan dari penghargaan
atas sesuatu pekerjaan yang telah dilakukannya.
Menurut Mathis dan John (2006) kepuasan kerja adalah keadaan
emosional yang merupakan hasil dari evaluasi pengalaman kerja seseorang.
Kepuasan kerja dinikmati dalam pekerjaan, luar pekerjaan, dan gabungan dalam
dan luar pekerjaan. Kepuasan kerja dalam pekerjaan adalah kepuasan kerja yang
dirasakan dalam pekerjaan ketika mendaptatkan pujian hasil kerja, penempatan,
perlakuan, peralatan, dan suasana lingkungan kerja yang baik. Karyawan yang
lebih suka menikmati kepuasan kerja dalam pekerjaan akan cenderung
memprioritaskan pekerjaannya daripada balas jasa walaupun balas jasa itu
penting. Kepuasan di luar pekerjaan adalah kepuasan kerja karyawan yang
dinikmati di luar pekerjaan dengan jumlah balas jasa yang akan diterima dari hasil
kerjanya, agar dia dapat memenuhi kebutuhan. Karyawan yang lebih suka
menikmati kepuasannya di luar pekerjaan cenderung mempersoalkan balas jasa
daripada pelaksanaan tugas-tugasnya.
Menurut Hasibuan (2014) kepuasan kerja adalah sikap emosional yang
menyenangkan dan mencintai pekerjaanya. Sikap ini dicerminkan oleh moral
kerja, kedisiplinan, dan prestasi kerja. Kepuasan kerja pada hakikatnya merupakan
sesuatu yang bersifat individual. Setiap individu pasti memiliki tingkat kepuasan
yang berbeda-beda sesuai dengan sistem nilai yang ada dalam dirinya. Semakin
tinggi penilaian terhadap kegiatan yang dirasakan telah sesuai dengan keinginan
individu tersebut, maka makin tinggi tingkat kepuasan terhadap kegiatan tersebut.
Menurut Rivai (2004) kepuasan kerja adalah evaluasi yang
menggambarkan individu atas perasaan sikapnya senang atau tidak senang, puas
atau tidak puas dalam bekerja. Banyak faktor yang perlu mendapat perhatian
dalam menganalisis kepuasan kerja seseorang. Apabila dalam pekerjannya
seseorang mempunyai otonomi atau bertindak, terdapat variasi, memberikan
sumbangsih penting dalam keberhasilan perusahaan dan karyawan, memperoleh
feedback tentang hasil pekerjaan yang dilakukannya, maka yang bersangkutan
akan merasa puas.