Job Enrichment dan Job Enlargement


Job enrichment dapat dijelaskan sebagai keragaman yang lebih besar
dalam konten pekerjaan di tempat kerja yang dicapai dengan memberikan
otonomi kepada karyawan, dalam proses pengambilan keputusan, karyawan
akan merasa bertanggungjawab atas perilaku dan hasil pekerjaan karyawan.
Job enrichment mengacu pada pengembangan vertikal dari pekerjaan.
Penambahan ini meningkatkan sejauh mana pekerja itu mengendalikan
perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi dari kerjanya. Suatu pekerjaan yang
diperkaya mengorganisasi tugas-tugas sedemikian sehingga memungkinkan
pekerjaan itu untuk melakukan kegiatan lengkap, menigkatkan kebebasan
dan ketidak tergantungan karyawan itu, meningkatkan tanggung jawab dan
memberikan umpan balik sehingga seorang individu akan mampu menilai
dan megoreksi kinerjanya sendiri (Robbins, 2017). Job enrichment
merupakan salah satu cara untuk memotivasi karyawan dengan memberikan
kesempatan untuk menggunakan berbagai kemampuan karyawan, ini
dilakukan dengan memberi lebih banyak tanggung jawab dan variasi dalam
pekerjaan karyawan. Job enrichment berakar pada teori Herzberg tentang
providing hygiene, atau faktor motivasi pada pekerjaan untuk meningkatkan
motivasi. Terkadang, pengayaan tidak dikontrol secara kaku oleh
manajemen; karyawan, terutama dalam pekerjaan yang mengalami
pertumbuhan industri yang tinggi, akan memperkaya pekerjaan karyawan
itu sendiri (dan menjadi puas dengan hasilnya) (Robbins, 2021).
Meningkatkan job enrichment dalam pekerjaan karyawan akan
meningkatkan kepuasan kerja karyawan dikarenakan karyawan akan
termotivasi dalam penyelesaian pekerjaannya. Pemberian tanggung jawab
yang lebih besar kepada karyawan maka karyawan akan semakin puas
karena hasil dari pekerjaan mendapatkan pengakuan. Job enrichment
mengacu pada pengembangan vertikal dari perusahaan. Karyawan merasa
cukup bebas dalam melaksanakan pekerjaan serta mudah mengevaluasi
hasil kerjanya sendiri, sehingga motivasi dan kepuasan kerja dapat
ditingkatkan. Begitu banyak pekerjaan sangat membosankan dan monoton
dan apa yang dapat dilakukan untuk membuat pekerjaan yang ditawarkan
lebih memuaskan, dengan mengurangi biaya perekrutan, meningkatkan
retensi karyawan yang berpengalaman dan memotivasi karyawan untuk
tampil di tingkat yang tinggi. Beberapa faktor kunci dalam indikator
pengayaan pekerjaan (job enrichment) menurut Robbins (2017) adalah:
a) Menggabungkan tugas, gabungan berbagai bentuk aktivitas
kerja karyawan untuk memberikan yang lebih menantang dan
kompleks pada tugas pekerjaan. Hal ini memungkinkan pekerja
untuk menggunakan berbagai macam keterampilan, variasi tugas
yang dapat membuat pekerjaan terasa lebih bermakna dan
penting. Hal ini meningkatkan keanekaragaman dan identitas
tugas. Menciptakan unit kerja alami (natural works units)
merupakan salah satu cara memperkaya pekerjaan dengan
melalui pembentukan unit kerja yang alami dimana pegawai
mendapatkan kepemilikan pekerjaan. Unit kerja berarti tugas
yang dilakukan pekerja sama, mengartikan dan mengidentifikasi
seluruhnya. Kenaikan pekerjaan pada setiap pekerja
menunjukkan kemungkinan bahwa pekerja akan meninjau
pekerjaannya yang berarti dan penting yang tidak begitu relevan
dan membosankan.
b) Menampilkan hubungan pelanggan, karyawan sangat jarang
kontak dengan pengguna produk ataupun jasanya. Jika hubungan
tersebut dapat dibangun, komitmen kerja dan motivasi biasanya
akan meningkat. Hal ini meningkatkan keanekaragaman
otonomi, dan umpan balik bagi karyawan.
c) Memperluas pekerjaan vertikal, ketika kesenjangan antara
“melakukan” dan “mengontrol” dikurangi “vertical loading”
terjadi, khususnya tanggung jawab yang sebelumnya merupakan
tanggung jawab manajemen sekarang didelegasikan kepada
pegawai sebagai bagian dari pekerjaan mereka. Ketika pekerjaan
dibebani secara vertikal, otonomi naik, pekerja merasa tanggung
jawab personal dan akuntabilitas untuk outcomes/dampak dari
usaha karyawan.
d) Membuka saluran feedback dengan meningkatkan umpan balik,
pekerja tidak hanya belajar bagaimana sebaiknya mereka
menyamakan pekerjaannya, tetapi hanya dengan memeperbaiki
kinerja mereka, memperburuk atau mengulang pada tingkat yang
tetap. Idealnya umpan balik ini menyangkut kinerja yang dapat
diterima langsung seperti pekerja melakukan pekerjaannya dan
perlu kebiasaan dasar manajemen.