Menurut Bandura (dalam Alwisol, 2004) terdapat beberapa faktor yang
mempengaruhi Self Efficacy, yaitu:
a. Pengalaman Keberhasilan (Mastery Experiences)
Keberhasilan yang sering didapatkan akan meningkatkan Self Efficacy
yang dimiliki seseorang sedangkan kegagalan akan menurunkan Self
Efficacy dirinya. Ketika keberhasilan yang didapat seseorang lebih banyak
karena faktor-faktor di luar dirinya, biasanya tidak akan membawa
pegaruh terdapat peningkatan Self Efficacy. Sebaliknya, jika keberhasilan
tersebut didapatkan dengan melalui hambatan yang besar dan merupakan
hasil perjuangan sendiri, maka hal itu akan membawa pengaruh pada
peningkatan Self Efficacy.
b. Pengalaman Orang Lain (Expperiences of Others)
Pengalaman keberhasilan orang lain yang memiliki kemiripan dengan
pengalaman individu dalam mengerjakan suatu tugas biasanya akan
meningkatkan Self Efficacy seseorang dalam mengerjakan tugas yang
sama.
c. Persuasi Sosial (Social Persuation)
Informasi tentang kemampuan yang disampaikan secara verbal oleh
seseorang yang berpengaruh biasanya digunakan untuk meyakinkan
seseorang bahwa dirinya cukup mampu melakukan suatu tugas.
d. Keadaan Fisiologis dan Emosional (Physiology and Emotional States)
Kecemasan dan stress yang terjadi dalam diri seseorang ketika
melakukan tugas sering diartikan sebagai suatu kegagalan. Pada
umumnya seseorang cenderung akan mengharapkan keberhasilan dalam
kondisi yang tidak diwarnai oleh ketegangan dan tidak merasakan adanya
keluhan atau gangguan somatic lainnya. Self Efficacy yang tinggi
biasanya ditandai oleh rendahnya tingkat stress dan kecemasan,
sebaliknya Self Efficacy yang rendah di tandai oleh tingkat stress dan
kecemasan yang tinggi pula.
