Menurut Bandura (dalam Azhar, 2011), dimensi-dimensi Self-efficacy antara
lain, yaitu:
a. Magnitude atau tingkat kesulitan. Dimensi ini mengacu pada taraf
kesulitan tugas yang diyakinkan individu akan mampu mengatasinya.
Tingkat kesulitan dari sebuah tugas, apabila sulit atau mudah akan
menentukan Self-efficacy. Individu dapat memperbaiki atau meningkatkan
Self-efficacy dengan mencari kondisi yang mana dapat menambahkan
tantangan dengan kesulitan yang lebih tinggi. Adanya indikator yang
menyertai dimensi ini adalah, memiliki pandangan yang optimis, berminat
terhadap tugas, memandang tugas sebagai tantangan bukan beban,
merencanakan penyelesaian tugas, mengatasi kesulitan-kesulitan yang di
hadapi dan kemampuan dalam menyelesaikan tugas.
b. Generality atau luas bidang perilaku. Hal ini berkaitan dengan seberapa
luas bidang prilaku yang diyakinkan untuk berhasil dicapai oleh individu.
Beberapa pengargaan terbatas pada bidang perilaku khusus, sedangkan
beberapa pengharapan mungkin menyebar pada berbagai bidang perilaku.
Dan indikator yang menyertai dimensi ini adalah belajar dari pengalaman,
menyikapi situasi dan kondisi yang beragam dengan cara yang baik dan
positif, dan memiliki cara mengenai stress yang tepat.
c. Strength atau kemampuan keyakinan. Dimensi ini terkait dengan
keteguhan hati terhadap keyakinan individu bahwa ia akan berhasil dalam
menghadapi suatu permasalahan. Indikator yang menyertai dimensi ini
adalah berkomitmen melaksanakan tugas, bertahan menyelesaikan tugas
dalam kondisi apapun, memiliki keuletan dalam melaksanakan tugas dan
yakin akan kemampuan yang dimiliki.
