Definisi audit menurut Arens et al (2014) adalah akumulasi dan evaluasi bukti
tentang informasi untuk menentukan dan melaporkan tingkat kesesuaian antara informasi
yang dilaporkan dan kriteria yang ditetapkan. Audit seharusnya dilakukan oleh pihak yang
kompeten dan independen. Defini audit lainnya menurut Messier et al (2014) adalah suatu
proses sistematis untuk mendapatkan dan mengevaluasi bukti–bukti secara objektif
sehubungan dengan asersi atas tindakan dan peristiwa ekonomi untuk memastikan tingkat
kesesuaian antara asersi tersebut dan menetapkan kriteria serta mengkomunikasikannya
kepada pihak yang berkepentingan. Dari dua pengertian diatas maka dapat diintisarikan
bahwa audit adalah suatu proses untuk mengumpulkan dan mengevaluasi bukti dan
informasi serta membandingkan hasilnya dengan standar yang ditentukan. Dalam
melakukan proses audit diperlukan pihak yang independen dan kompeten.
Menurut Arens et al (2014) ada dua jenis jasa yang diberikan auditor yaitu, jasa
assurance dan jasa nonassurance. Jasa assurance adalah sebuah jasa profesional yang
independen yang mana dapat meningkatkan kualitas dari informasi yang digunakan oleh
pengambil keputusan. Jasa assurance dibagi kedalam 2 kategori :
a. Jasa atestasi. Jasa ini adalah salah satu kategori dari jasa assurance yang mana kantor
akuntan publik (KAP) mengeluarkan sebuah laporan tentang keandalan dan asersi yang
dibuat oleh pihak lain. Jasa atestasi dapat dibagi menjadi 4 :
(1) Audit laporan keuangan historis
Dalam audit laporan keuangan historis, manajemen menegaskan bahwa laporan
keuangan telah disajikan dengan jujur dan sesuai dengan standar yang berlaku
(GAAP atau IFRS). Audit atas pernyataan ini adalah sebuah bentuk dari jasa atestasi
yang mana auditor mengeluarkan laporan tertulis yang menunjukkan pendapat
mengenai apakah laporan keuangan telah disajikan secara jujur dan sesuai dengan
standar yang berlaku. Jasa ini adalah jasa yang paling umum dilakukan oleh KAP.
(2) Audit pengendalian internal diluar laporan keuangan
Dalam audit pengendalian internal ini manajemen menegaskan bahwa pengendalian
internal telah dikembangkan dan diimplementasikan mengikuti kriteria yang
ditetapkan. Dalam bagian 404 dari Sarbanes-Oxley Act mengharuskan perusahaan
publik untuk melaporkan pernyataan manajemen tentang keefektifan dari
pengendalian internal. Evaluasi ini yang mana berkaitan dengan laporan keuangan,
meningkatkan kepercayaan para pengguna laporan keuangan mengenai laporan
keuangan masa depan, karena pengendalian internal yang efektif akan mengurangi
kemungkinan salah saji pada laporan keuangan di masa mendatang.
(3) Peninjauan kembali laporan keuangan historis
Pada bagian ini manajemen berkeyakinan bahwa laporan keuangan tersebut telah
disajikan secara jujur dan mengikuti prinsip akuntansi yang berlaku, sama seperti
proses audit, KAP hanya menyediakan level moderasi dari assurance untuk
meninjau laporan keuangan yang dibandingkan kepada audit level atas, karena itu
semakin sedikit bukti yang dibutuhkan.
(4) Jasa atestasi pada teknologi informasi
Pada bagian ini manajemen membuat berbagai asersi mengenai kendalan dan
keamanan pada teknologi informasi. AICPA dan canadian institute of chartered
accountants (CICA) telah mengembangkan lima prinsip yang berhubungan dengan
privasi online, keamanan, integritas pemrosesan, ketersediaan, dan kepastian untuk
digunakan dalam menunjukkan kualitas pelayanan.
b. Jasa atestasi lainnya yang bisa diterapkan ke berbagai subjek
KAP menyediakan beberapa jasa atestasi yang lainnya. Banyak dari jasa ini adalah
perpanjangan dari audit atas laporan keuangan historis. Dalam beberapa kasus,
organisasi yang diaudit harus menyediakan sebuah asersi sebelum KAP menyediakan
asersinya. Sedangkan untuk jasa nonassurance ada 3 contohnya :
(1) Jasa akuntansi dan pembukuan
(2) Jasa perpajakan
(3) Jasa konsultasi manajemen.
