Organisasi merupakan wadah bagi indivdiu untuk mencapai tujuan,
baik tujuan pribadi maupun tujuan organisasi. Individu dengan karakter
tersendiri dan organisasi yang juga memiliki karakter tertentu yang saling
menyesuaikan. Latar belakang individu dapat menjadikan ciri- ciri tertentu
pada setiap individu.Setiap individu harus bisa memiliki karakter yang kuat
sebagai penunjang karirnya dan tentu saja akan banyak sekali persaingan
yang terjadi. Untuk memenangkan persaingan tersebut, individu
membutuhkan keahlian dalam bekerja, jenjang pendidikan yang tinggi dan
pengalaman bekerja(Ripul Reja, 2016).
Karakteristik individu adalah suatu sifat khas, sikap, kelakuan,
minat dan kemampuan yang menggerakkan dan mempengaruhi perilaku
individu dalam mengambil keputusan di suasana kerjaSumber daya
manusia dalam organisasi memiliki beragam karakteristik individu yang
berbeda antara satu dengan yang lainnya. Perbedaan karakteristik
individu ini akan mempengaruhi sikap dan perilaku kerja anggota
organisasi yang juga akan berpengaruh terhadap kinerja masing-masing
anggota organisasi. Masing-masing individu memiliki karakteristik individu
yang berbeda-beda yang dibawa ke dalam dunia kerja (Rahman et al.,
2020).
Menurut Ivancevich dalam penelitian Daud (2021) menyebutkan
bahwa karakteristik Individu adalah “Orang yang memandang berbagai hal
secara berbeda akan berperilaku secara berbeda, orang yang memiliki
sikap yang berbeda akan memberikan respon yang berbeda terhadap
perintah, orang yang memiliki kepribadian yang berbeda berinteraksi
dengan cara yang berbeda dengan atasan, rekan kerja dan bawahan”.
Setiap individu memiliki ciri dan sifat atau karakteristik bawaan (heredity)
dan karakteristik yang memperoleh dari pengaruh lingkungan.
Karakteristik bawaan merupakan karakteristik keturunan yang dimiliki
sejak lahir, baik yang menyangkut faktor biologis maupun faktor sosial
psikologis.
Karakteristik individu juga dapat didefinisikan sebagai minat, sikap
dan kebutuhan yang dibawa seseorang didalam situasi kerja. Minat
adalah sikap yang membuat seseorang senang akan obyek
kecenderungan atau ide-ide tertentu. Hal ini diikuti dengan perasaan
senang dan kecenderungan untuk mencari obyek yang disenangi. Minat
mempunyai kontribusi terbesar dalam pencapaian tujuan
organisasi(Susyatmoko et al., 2016).
Karakteristik individu, terdiri dari minat, sikap dan kebutuhan yang
dibawa seseorang ke dalam situasi kerja. Karakteristik pekerjaan adalah
sifat dan tugas karyawan dan meliputi jumlah tanggung jawab, macam
tugas, dan tingkat kepuasan yang seseorang peroleh dari karakteristik
pekerjaan itu sendiri. Karakteristik lingkungan kerja adalah faktor-faktor,
dalam lingkungan kerja seseorang. Karena motivasi erat hubungannya
dengan kinerja. Suatu motivasi tertentu dari karyawan yang dipengaruhi
oleh ketiga karakter tersebut diduga akan mempengaruhi kinerja tertentu
pula dari karyawan tersebut(Aktarina, 2015).
Menurut Mathis Ripul Reja (2016) mengatakan bahwa ada empat
karakteristik individu yang mempengaruhi bagaimana orang-orang
meningkatkan kinerja:
1) Minat, orang cenderung mengejar karir yang mereka yakini cocok
dengan minat mereka.
2) Jati diri, karir merupakan perpanjangan dari jati diri seseorang juga hal
yang membentuk jati diri.
3) Kepribadian, faktor ini mencakup orientasi pribadi karyawan (sebagai
contoh karyawan bersifat realistis, menyenangkan dan artistik.) dan
kebutuhan indiviudal, latihan, kekuasaan dan kebutuhan prestise.
4) Latar belakang sosial, status sosial ekonomi dan tujuan pendidikan,
serta pekerjaan orang tua pegawai merupakan faktor yang berfungsi
dalam kategori ini.
Menurut Robbins (2017), indikator karakteristik individu meliputi:
1) Minat,
2) Bakat,
3) Nilai,
4) Kepampuan
