Konsep Motivasi


Menurut Rivai (2010) seorang karyawan yang memiliki keinginan
yang kuat untuk berkembang dan maju merupakan salah satu dari orang
yang memahami tanggungjawab yang diberikan kepadanya, mengetahui
berbagai tugas yang dilakukan, mendapatkan informasi dan pengetahuan
akan hasil kerja yang didapatkan, serta mengetahui manfaat yang
diperoleh dari pekerjaan yang dilakukan. Hal–hal tersebut merupakan ciri–
ciri dari sebuah pekerjaan yang dilakukan oleh karyawan. Saat
karakteristik yang ada didalam pekerjaan sesuai dengan karakteristik
individu karyawan maka akan semakin menciptakan motivasi kerja
karyawan yang tinggi untuk bekerja dengan lebih giat sehingga motivasi
kerja dapat didefinisikan sebagai kebutuhan karyawan untuk
mengarahkan daya dan potensi yang dimiliki, agar dapat bekerja dengan
baik dan produktif sesuai dengan rencana dan tujuan yang telah
ditentukan.
Motivasi juga dapat didefinisikan sebagai kesatuan kompleks dari
proses pemberian motif kerja kepada para bawahan sedemikian rupa
sehingga mereka mau bekerja dengan iklas demi tercapainya tujuan
organisasi dengan efisien dan ekonomis (Utami, 2015). Robbin dalam
penelitian Rahayu dan Ruhamak (2017) mengemukakan bahwa motivasi
adalah keinginan untuk melakukan sesuatu sebagai kesediaan untuk
mengeluarkan tingkat upaya yang tinggi demi tujuan-tujuan organisasi,
yang dikondisikan oleh kemampuan upaya itu untuk memenuhi suatu
kebutuhan individual.
Motivasi merupakan serangkaian sikap dan nilai-nilai yang
mempengaruhi individu untuk mencapai hal yang spesifik sesuai dengan
tujuan individu. Pada dasarnya motivasi dapat memacu pegawai untuk
bekerja keras sehingga dapat mencapai tujuan mereka (H. M. Nasution,
Sudarti, dan Harahap, 2016). Hal tersebut dapat meningkatkan
produktivitas kerja karyawan sehingga berpengaruh pada pencapaian
tujuan organisasi. Motivasi yang rendah dapat membuat seseorang yang
berkualitas tinggi mempunyai kinerja yang buruk dan sebaliknya.
Pemberian motivasi dapat memberikan efek positif dalam pelaksanaan
pekerjaan pegawai dalam pencapaian target kerja organisasi. Namun
kenyataan di lapangan menunjukkan indikasi kurangnya motivasi yang
dimiliki oleh pegawai dalam menjalankan tugas dan fungsinya. Motivasi
dapat berpengaruh secara simultan terhadap kinerja (Surajiyo, 2019).
Motivasi kerja juga dapat didefinisikan sebagai daya kegairahan
kerja yang diberikan kepada seseorang supaya mereka mau bekerja
sama, bekerja efektif dan terintegrasi untuk mencapai kepuasan dengan
segala daya upayanya. Motivasi kerja merupakan bagian faktor yang turut
menentukan kinerja seseorang. Besar atau kecilnya motivasi berpengaruh
pada kinerja seseorang dan tergantung pada seberapa banyak intensitas
motivasi yang diberikan. Perbedaan motivasi kerja bagi pegawai biasanya
tercermin dalam berbagai kegiatan dan prestasi yang dicapainya
(Hutabarat, 2019).