Yang dimaksud dengan pengertian organisasi di sini mencakup dua segi, yaitu:
a. Organisasi sebagai wadah, lembaga atau kelompok fungsional ketika proses
manajemen berlangsung.
b. Organisasi sebagai wadah pembentukan tingkah laku hubungan
antarmanusia secara efektif sehingga mereka dapat bekerja sama secara
efisien dan memperoleh kepuasan pribadi dalam melaksanakan tugastugasnya serta memberikan kondisi lingkungan tertentu untuk pencapaian
tujuan. Pengertian ini merujuk pada proses pengorganisasian, yaitu cara
bagaimana pekerjaan diatur dan dialokasikan di antara para anggota
sehingga tujuan dapat tercapai (Herujito, 2001: 110).
Menurut Akdon (2006: 43) secara sederhana organisasi dapat diartikan sebagai
suatu perserikatan orang-orang yang masing-masing diberi peranan tertentu dan
melaksanakan kegiatan dengan sesuai dengan peranan tersebut bersama-sama
secara terpadu mencapai tujuan yang telah ditentukan bersama. Kajian organisasi
tidak hanya pada kumpulan orang-orang, aktivitas-aktivitas mereka dan tujuan
yang akan dicapai, tapi juga semua aspek yang mempengaruhi eksistensi,
perkembangan dan efektivitas organisasi tersebut, antara lain: rincian dan susunan
tugas, barang dan mesin, teknologi, informasi dan sumber-sumber lain yang
digunakan serta saling berpengaruh dan keterpaduannya dalam suatu sistem.
Robbin (2000) dalam Akdon (2006: 45) mengemukakan bahwa organisasi adalah
kesatuan sosial yang dikoordinasikan secara sadar dengan sebuah batasan yang
tidak dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk
mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan. Perkataan dikoordinasikan dengan sadar mengandung pengertian manajemen. Kesatuan sosial berarti
bahwa unit itu terdiri dari orang atau kelompok orang yang berinteraksi satu sama
lain. Pola interaksi yang diikuti orang di dalam sebuah organisasi tidak begitu saja
timbul, melainkan telah dipikirkan terlebih dahulu. Oleh karena itu, organisasi
sosial merupakan kesatuan sosial, maka pola interaksi anggotanya harus
diseimbangkan dan diselaraskan untuk meminimalkan keberlebihan namun juga
memastikan bahwa tugas-tugas yang kritis telah diselesaikan.
