Mangkunegara (2001:134) mengemukakan teknik – teknik pelaksanaan
disiplin kerja sebagai berikut ;
a. Pertimbangan Sedini Mungkin: Pertimbangan sedini mungkin dapat
mempengaruhi tingkat kedisiplinan pegawai, karena tindakan
perbaikan sedini mungkin dari pihak pimpinan mengurangi perlunya
tindakan disipliner dimasa mendatang.
b. Pencegahan yang efektif : Perusahaan/organisasi besar memelihara
disiplin taat asas dengan menstandarisasikan kaidah – kaidah dan
tingkah laku dasar dan memaklumnya bagi para karyawan mereka.
Disamping itu mereka mengadakan program – program pelatihan
khusus disetiap tingkat manajemen.
c. Mendisiplinkan diri : Tidak dapat disangkal lagi bahwa teknik disiplin
yang paling penting dipelajari oleh seorang manajer ialah teknik
mendisiplinkan diri.
d. Inventori pimpinan : Inventori penyeliaan terhadap disiplin
memberikan pengetahuan pada seorang manajer lain tentang bidang –
bidang kritis dalam disiplin, seperti sebab – sebab terjadinya masalah
dalam kedisiplinan, komunikasi, prinsip dan konsepsi tentang disiplin,
proses penentuan hukum, pembuatan kaidah, dan pengambilan
keputusan tindakan kedisiplinan.
e. Menegur pegawai : Barang siapa yang sudah melanggar tata tertib atau
peraturan – peraturan yang telah di tetapkan dalam suatu organisasi
harus dapat menerima konsekuensi yang di berikan berdasarkan
kesalahan yang telah dibuatnya.
f. Menimbulkan kesadaran diri : Suatu teguran lunak dapat diberikan
secara halus melalui pertanyaan tertentu pada bawahan yang
jawabannya merupakan teguran otomatis bagi dirinya sendiri.
g. Teguran lisan secara langsung : Teguran lisan secara langsung
biasanya diikuti oleh ucapan syukur, dan di akhiri dengan peringatan
secara lunak.
