Jenis-jenis Insentif


Menurut pendapat Garry Dessler terjemahan Sulistyowati (2018 : 102)
insentif terdiri dari:

  1. Finansial Insentif meliputi beberapa sistem penghargaan berupa
    finansial yang diberikan dalam bentuk uang sebagai alat utama yang
    dapat membantu manusia dalam memenuhi kebutuhan pokok mereka.
    Dalam pemberian insentif ini terdapat perbedaan, hal ini disebabkan
    adanya tingkat atau golongan yang berbeda dari setiap karyawan dalam
    suatu perusahaan, berupa:
    a. Bonus dibayarkan sebagai balas jasa atas hasil pekerjaan yang telah
    dilaksanakan. Dihitung dari persentase dari laba perusahaan yang
    melebihi jumlah tertentu dan dimasukkan ke dalam dana bonus dan
    kemudian diberikan kepada manajer dan karyawan.
    b. Komisi merupakan sistem bonus yang dibayarkan kepada pihak yang
    menghasilkan penjualan yang baik. Lazimnya dibayarkan sebagai
    bagian dari penjualan dan diberikan kepada karyawan penjualan.
    c. Profit Sharing biasanya mencakup pembayaran berupa sebagian dari
    laba bersih yang disetorkan ke dalam sebuah dana dan kemudian
    dimasukkan ke dalam daftar pendapatan peserta.
    d. Pembayaran yang ditangguhkan merupakan jenis pembayaran balas
    jasa yang mencakup pembayaran dikemudian hari terdiri dari:
  2. bantuan hari tua yang secara umum akan dapat direalisir pada
    perusahaan yang kondisi keuangannya cukup kuat dengan masa
    depan yang baik.
  3. pensiun dibiayai sendiri oleh karyawan, sewaktu karyawan tersebut
    masih aktif bekerja. Dana pensiun diperoleh dengan memotong gaji
    karyawan tiap bulan sewaktu karyawan tersebut masih aktif bekerja.
  4. pembayaran kontraktual adalah suatu pelaksanaan perjanjian antara
    majikan dengan karyawan, di mana karyawan yang selesai masa
    kerjanya dibayar dengan jumlah uang selama periode tertentu
  5. Non Finansial Insentif. adalah suatu ganjaran bagi para karyawan yang
    bukan berbentuk keuangan, dalam hal ini merupakan kebutuhan
    karyawan yang bukan berwujud uang seperti.
    a. Terjamin kenyamanan tempat kerja.
    b. Terjaminnya komunikasi yang baik antara atasan dan bawahan.
    c. Adanya penghargaan berupa pujian atau pengakuan atas kerja yang
    baik.
    d. Tersedianya hiburan, pendidikan dan latihan.
    e. Pemberian tanda jasa atau medali.
  6. Sosial Insentif. ini tidak jauh berbeda dengan non finansial insentif,
    tetapi sosial insentif lebih cenderung pada keadaan dan sikap dari para
    rekan sekerjanya.