Menurut Gofee dan Jones (dalam Robbins 2003;326) tentang perilaku
organisasi, menyajikan beberapa kajian penting tentang budaya organisasi, merekan
telah mengidentifikasi empat jenis budaya yang dapat dirangkum sebagai berikut;
1) Budaya jaringan (tinggi pada sosiabilitas, rendah pada solidaritas).
Organisasi-organisasi ini memandang anggota sebagai kekeluarga dan sahabat,
orang saling mngenal dan senang satu sama lain. Orang dengan senang hati
memberika bantuan kepada orang lain dan secara terbuka berbagi informasi.
2) Budaya upahan (rendah pada sosiabilitas, tinggi pada solidaritas)
Organisasi – oraganisasi ini sangat berfokus pada tujuan, orang angat
bersemangat dan ditetapkan untuk mencapai tujuan. Mereka mempunyai
semangat untuk melakukan segala sesuatu secara tepat dan sangat peka
terhadap tujuan
3) Budaya frakmen (rendah pada sosiabilitas, rendah pada solidaritas)
Organisasi – organisasi ini terdiri dari kaum individualis, komitmen adalah
yang peratama dan terutama bagi anggota individu dan tugas – tugas jabatan
mereka. Dalam budaya frakmen, karyawan dinilai hanya berdasarkan
produktivitas dan mutu kerja mereka
4) Budaya komunal (tinggi pada sosiabilitas, tinggi pada solidaritas)
Katagori yang terakhir ini sangat mengharagai baik persahabatan maupun
kinerja. Model ini mempunyai rasa memiliki tetapi masih ada fokus yang ketat
pada pencapaian tujuannya.
