Teori Motivasi Kerja


Ada beberapa teori motivasi yang telah dikemukakan oleh beberapa ahli
yang menekuni kegiatan pengembagan teori motivasi. menurut As’ad (2014)
beberapa teori motivasi tersebut antara lain:

  1. Teori Hirarki Kebutuhan Maslow
    Teori ini mengikuti teori jamak, yakni seorang berperilaku/bekerja,karena adanya
    dorongan untuk memenuhi bermacam-macam kebutuhan. Karena kebutuhan yang
    diinginkan pegawai berjenjang, artinya bila kebutuhan yang pertama telah
    terpenuhi maka kebutuhan tingkat kedua akan menjadi yang utama. Selanjutnya
    jika kebutuhan tingkat kedua telah terpenuhi maka muncul tingkat ketiga dan
    seterusnya sampai tingkat kebutuhan kelima. Teori motivasi yang dikembangkan
    oleh Maslow yang menyatakan bahwa setiap diri manusia itu sendiri terdiri atas
    lima tingkat atau hirarki kebutuhan, yaitu :
    a. Kebutuhan Fisiologis (Physiological Needs)
    Merupakan kebutuhan tingkat terendah atau disebut pula sebagai kebutuhan yang
    paling dasar. Misalnya kebutuhan untuk makan, minum, bernafas.
    b. Kebutuhan Rasa Aman (Safety Needs)
    Kebutuhan akan perlindungan dari ancaman,bahaya, pertentangan dan lingkungan
    hidup, tidak dalam arti fisik semata, akan tetapi juga mental, psikologikal dan
    intelektual.
    c. Kebutuhan Sosial (Social Needs)
    Kebutuhan untuk mereka memiliki yaitu kebutuhan untuk diterima dalam
    kelompok, berafiliasi, berinteraksi dan kebutuhan untuk mencintai serta dicintai.
    d. Kebutuhan akan Harga Diri atau Pengakuan (Esteem Needs)
    Kebutuhan ini berkaitan dengan kebutuhan untuk dihormati dan dihargai oleh
    orang lain dalam lingkungannya.
    e. Kebutuhan Aktualisasi Diri (Self-Actualization Needs)
    Kebutuhan untuk kegunaan kemampuan, skill, potensi, kebutuhan untuk
    berpendapat dengan mengemukakan ide-ide, memberikan penilaian dan kritik
    terhadap sesuatu