Terdapat banyak pakar yang menguraikan faktor-faktor yang mempengaruhi
kinerja. Gibson, Ivancevich dan Donnely dalam Priansa (2016: 270) menyatakan
bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja pegawai adalah variabel individu,
variabel psikologis, maupun variabel organisasi. Variabel individu meliputi
kemampuan dan keterampilan baik fisik maupun mental; latar belakang, seperti,
keluarga, tingkat sosial dan pengalaman; demografi, menyangkut umur, asal usul dan
jenis kelamin. Variabel psikologis meliputi persepsi, sikap, kepribadian, belajar,
motivasi.Variabel organisasi meliputi sumber daya, kepemimpinan, imbalan, struktur
dan desain pekerjaan.
Kinerja dipengaruhi oleh faktor kemampuan (ability) dan faktor motivasi
(motivation). Hal ini sesuai dengan pendapat Keith Davis dalam Mangkunegara
(2006) yang menyatakan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja adalah:
Human performance = Ability + Motivation
Motivation = Attitude + Situation
Ability = Knowledge + Skill
Faktor Motivasi terbentuk dari sikap (attitude) seorang pegawai dalam
menghadapi situasi (situation) kerja. Motivasi merupakan kondisi yang menggerakan
diri pegawai yang terarah untuk mencapai tujuan organisasi (tujuan kerja). Sikap
mental merupakan kondisi mental yang mendorong diri pegawai untuk berusaha
mencapai prestasi kerja secara maksimal. Sikap mental seorang pegawai harus sikap
mental yang siap secara psikofisik (siap secara mental, fisik, tujuan, dan situasi).
Artinya, seorang pegawai harus siap mental, mampu secara fisik, memahami tujuan
utama dan target kerja yang akan dicapai, mampu memanfaatkan, dan menciptakan
situasi kerja.
