Indikator Disiplin Kerja


Menurut Rivai (2005) menjelaskan bahwa, disiplin kerja memiliki beberapa
komponen yang dapat dijadikan indikator yang mempengaruhi tingkat kedisiplinan
pegawai pada suatu organisasi, yaitu sebagai berikut:
a. Kehadiran.
Hal ini menjadi indikator yang mendasar untuk mengukur kedisiplinan, dan
biasanya pegawai yang memiliki disiplin kerja rendah terbiasa untuk terlambat
datang atau pulang lebih cepat dalam bekerja.
b. Ketaatan Pada Kewajiban dan Peraturan Kerja.
Pegawai yang taat pada peraturan kerja tidak akan melalaikan prosedur kerja dan
akan selalu mengikuti pedoman kerja yang ditetapkan oleh organisasi.
c. Ketaatan Pada Standar Kerja.
Hal ini dapat dilihat melalui besarnya tanggung jawab pegawai terhadap tugas
yang diamanahkan kepadanya.
d. Tingkat Kewaspadaan Tinggi.
Pegawai memliki kewaspadaan tinggi akan selalu berhati-hati, penuh perhitungan
dan ketelitian dalam bekerja serta selalu menggunakan sesuatu secara efektif dan
efisien.
e. Bekerja Etis.
Beberapa pegawai mungkin melakukan tindakan yang tidak sopan ke pelanggan
atau terlibat dalam tindakan yang tidak pantas. Hal ini merupakan salah satu
bentuk tindakan indisipliner, sehingga bekerja sebagai salah satu wujud dari
disiplin kerja pegawai