Manusia akan mampu melaksanakan kegiatannya dengan baik, sehingga
dicapai suatu hasil yang optimal, apabila diantaranya ditunjang oleh suatu kondisi
lingkungan yang sesuai. Suatu kondisi lingkungan dikatakan baik atau sesuai
apabila manusia dapat melaksanakan kegiatannya secara optimal, sehat, aman,
dan nyaman.Ketidaksesuaian lingkungan kerja dapat dilihat akibatnya dalam
jangka waktu yang lama.Lebih jauh lagi, keadaan lingkungan yang kurang baik
dapat menuntut tenaga dan waktu yang lebih banyak dan tidak mendukung
diperolehnya rancangan sistem kerja yang efisien.Banyak faktor yang
mempengaruhi terbentuknya suatu kondisi lingkungan kerja.
Untuk menciptakan kondisi lingkungan kerja yang baik sesuai dengan
kebutuhan karyawan yang dapat meningkatkan semangat kerja karyawan, ada
faktor-faktor yang membentuknya. Menurut Ahyari (2000) membagi lingkungan
kerja kedalam tiga bagian yaitu :
a. Pelayanan Karyawan
Pelayanan karyawan yang kurang pada tempatnya akan mengakibatkan
berbagai macam kerugian dari perusahaan yang bersangkutan. Apabila
manajemen perusahaan memberikan pelayanan karyawan kurang dari semestinya,
maka para karyawan yang bekerja pada perusahaan yang bersangkutan tersebut
akan kehilangan motivasi dan gairah kerja yang baik.
Sebagai akibatnya para karyawan akan menyelesaikan beban tugas yang
diberikan kepadanya tanpa usaha untuk mengadakan perbaikan terhadap cara
kerja dan hasil kerja yang dicapainya selama ini, melainkan asal selesai saja.
Dengan demikian maka para karyawan di dalam perusahaan yang bersangkutan
ini tidak akan mengalami kemajuan dan perkembangan yang positif di dalam
pelaksanaan penyelesaian kerja di dalam perusahaan tersebut. Demikian pula
dengan rasa tanggungjawab dari para karyawan perusahaan ini. Tanggungjawab
yang ada pada para karyawan pada umumnya rendah dan saling mencari
kesalahan yang ada pada pihak lain. Keadaan semacam ini sebenarnya bermula
dari ketidakpuasan para karyawan perusahaan atas perlakuan manajemen
perusahaan di mana mereka bekerja.
b. Kondisi Kerja
Kondisi kerja di dalam perusahaan merupakan faktor yang cukup penting
dalam pelaksanaan proses produksi yang dilaksanakan oleh perusahaan yang
bersangkutan tersebut. Kondisi kerja sering kali disalahtafsirkan dengan
lingkungan kerja dalam perusahaan. Sebenarnya kondisi kerja ini hanya
merupakan salah satu bagian saja dari lingkungan kerja dalam perusahaan, yang
dimaksud dengan kondisi kerja ini adalah merupakan kondisi yang dapat
dipersiapkan oleh manajemen perusahaan disaat perusahaan tersebut didirikan.
Sejalan dengan pendirian perusahaan ini, manajemen perusahaan selayaknyalah
apabila memperhatikan kondisi kerja yang tepat, sehingga para karyawan
perusahaan tersebut dapat bekerja dengan baik. Perencanaan kondisi kerja ini akan
dilaksanakan selaras dengan perencanaan layout perusahaan yang didirikan
perusahaan tersebut, oleh karena kondisi kerja ini berhubungan erat dengan layout
perusahaan.
Beberapa macam kondisi kerja yang dapat dipersiapkan oleh manajemen
perusahaan yang bersangkutan ini adalah penerangan, suhu udara, suara bising,
penggunaan warna, ruang gerak yang diperlukan serta keamanan kerja dalam
perusahaan yang bersangkutan.Masing-masing jenis kondisi kerja ini perlu
dipersiapkan dan direncanakan dengan baik oleh manajemen perusahaan yang
bersangkutan, sehingga diperoleh kenyamanan kerja yang memadahi bagi para
karyawan yang bekerja didalam perusahaan tersebut.Tujuan perencanaan kondisi
kerja ini adalah untuk meningkatkan kinerja karyawan, dan bukannya untuk
tujuan-tujuan yang lain, misalnya kemewahan, gengsi perusahaan dan lain
sebagainya. Perencanaan kondisi kerja dalam perusahaan ini juga harus sejalan
dan serasi dengan perencanaan layout perusahaan, karena beberapa kondisi kerja
ini akan dipengaruhi oleh bentuk dan suasana perusahaan.
c. Hubungan Karyawan
Penciptaan dan pengarahan terhadap hubungan para karyawan yang baik
dalam perusahaan akan sangat diperlukan di perusahaan. Hubungan karyawan
yang baik akan dapat menimbulkan rasa aman terhadap para karyawan yang
bersangkutan didalam pelaksanaan tugas-tugas yang harus diselesaikan oleh para
karyawan tersebut. Disamping itu, dengan adanya hubungan karyawan didalam
perusahaan yang baik, maka para karyawan akan dapat menghindarkan diri dari
konflik-konflik yang mungkin timbul didalam perusahaan tersebut. Terdapatnya
konflik antar karyawan yang sering terjadi didalam perusahaan yang bersangkutan
akan dapat menimbulkan berbagai macam kecurigaan dari perusahaan yang
bersangkutan. Konflik ini selain akan dapat menurunkan tingkat produktivitas
kerja para karyawan perusahaan juga akan dapat mengakibatkan terjadinya
kerusakan pada alat-alat atau fasilitas yang ada pada perusahaan tersebut.
Lingkungan kerja dalam suatu perusahaan sangat penting untuk
diperhatikan manajemen. Meskipun lingkungan kerja tidak melaksanakan proses
produksi dalam suatu perusahaan, namun lingkungan kerja mempunyai pengaruh
langsung terhadap para karyawan yang melaksanakan proses produksi tersebut.
Lingkungan kerja yang memusatkan bagi karyawannya dapat meningkatkan
kinerjanya. Sebaliknya lingkungan kerja yang tidak memadai akan dapat
menurunkan kinerja dan akhirnya menurunkan motivasi kerja karyawan.
