Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan karir antara lain :
1) Penghargaan Finansial atau Gaji
Menurut Yusuf (2015 : 247-248), Penghargaan Finansial atau Gaji
merupakan imbalan ekstrinsik yang sering diaplikasikan oleh organisasi
dalam usaha untuk mempengaruhi perilaku dan kinerja anggotanya. Uang
merupakan imbalan ekstrinsik yang paling sering digunakan di dalam
organisasi dan diberikan dalam bermacam-macam bentuk dan dengan
berbagai jenis.
Menurut Kadarisman (2012 : 329), Penghargaan Finansial atau
Gaji merupakan salah satu alasan bagi seseorang untuk bekerja dan
merupakan alasan yang paling penting di antara yang lain seperti untuk
berpresrasi, berafiliasi dengan orang lain mengembangkan diri, atau untuk
mengaktualisasi diri.
Menurut Ardana, dkk (2012:153), Penghargaan Finansial atau Gaji
adalah segala sesuatu yang diterima oleh karyawan sebagai balas jasa atas
kontribusinya kepada perusahaan atau organisasi.
Dapat disimpulkan bahwa gaji merupakan imbalan ekstrinsik yang
diberikan kepada seseorang sebagai kompensasi atas tanggung jawab dari
kinerja yang telah dilakukan seseorang tersebut. Jadi bisa dipastikan dalam
menjalankan profesi mereka akan mengharapkan gaji awal yang besar,
berpotensi memberikan kenaikan gaji, dan tersedianya dana pensiun ketika
purna jabatan. Oleh karena itu, gaji dianggap sebagai hal utama yang
paling dipertimbangkan oleh mahasiswa dalam memilih karir sehingga
tidak dapat dipungkiri bahwa gaji merupakan hal pokok yang diharapkan
ketika melakukan sebuah pekerjaan. Apabila ketika karir telah berjalan
dan ternyata perusahaan memberikan imbalan jasa yang tidak sesuai
dengan standart pekerjaan yang telah dilakukan, maka seorang individu
tersebut kemungkinan akan berpikir ulang untuk melanjutkan karirnya.
2) Pelatihan Profesional
Menurut Afifah (2015 : 20-21), Pelatihan Profesional merupakan
suatu proses pendidikan jangka pendek yang memiliki tujuan untuk
meningkatkan kompetensi, pengetahuan dan keahlian unuk melaksanakan
suatu pekerjaan.
Menurut Apriliyan, dkk (2011 : 32), Pelatihan Profesional
memiliki elemen yakni sebelum bekerja, mengikuti pelatihan di luar
lembaga, mengikuti pelatihan rutin lembaga, dan variasi pengalaman kerja.
Mahasiswa akuntansi yang memilih karir menjadi akuntan publik
memerlukan pelatihan kerja karena untuk menjadi akuntan publik yang
dapat melaksanakan pekerjaan audit dengan baik tidak cukup hanya
dengan pendidikan formal saja namun juga harus ditunjang oleh
pengalaman praktek di lapangan dengan jam kerja yang memadai.
Dapat disimpulkan bahwa pelatihan profesional sangat diperlukan
oleh semua profesi akuntansi karena berpengaruh signifikan untuk
menunjang prestasi dan sebagai peningkatan profesionalsime karir
seseorang. Hal ini berarti bahwa dalam memilih profesi, tidak hanya
bertujuan mencari penghargaan finansial tetapi juga ada keinginan untuk
mengejar prestasi dan mengembangkan diri. Beberapa elemen dalam
pelatihan profesional yakni, pelatihan sebelum bekerja, mengikuti
pelatihan di luar lembaga, mengikuti pelatihan rutin lembaga, dan variasi
pengalaman kerja.
3) Pengakuan Profesional
Menurut Ardianto (2014 : 36-37), Pengakuan Profesional adalah
bentuk penilaian dan pemberian penghargaan dalam berbagai bentuk atas
pengakuan kinerja atau upaya dari seseorang yang dinilai memuaskan.
Menurut Daulany (2016 : 32), Pengakuan profesional merupakan
suatu penghargaan yang berwujud non-finansial yang berhubungan dengan
pengakuan terhadap prestasi.
Dapat disimpulkan bahwa dalam memilih suatu profesi, seseorang
tidak hanya mencari sebuah penghargaan finansial, tetapi juga ada
keinginan untuk mendapatkan pengakuan berprestasi dan mengembangkan
diri. Dengan diakuinya prestasi kerja, akan dapat meningkatkan kualitas
pekerjaan yang dihasilkan dan dapat meningkatkan motivasi dalam
pencapaian karir yang lebih baik.
4) Personalitas
Chan (2012:55), Personalitas adalah determinan yang potensial
terhadap perilaku individu saat berhadapan dengan kondisi tertentu.
Apriliyan, dkk (2011 : 45), Personalitas merupakan suatu hal yang
menunjukkan bagaimana mengendalikan atau mencerminkan kepribadian
seseorang dalam bekerja.
Costa, Paul T & Crae (2003:21), Personalitas merupakan suatu
sifat yang merupakan dimensi perbedaan individu dalam kecenderungan
untuk menunjukkan pola konsisten dari pikiran, perasaan dan tindakan.
Dapat disimpulkan bahwa personalitas merupakan suatu
kepribadian yang dimiliki seseorang, yang berpengaruh terhadap situasi
dan kondisi tertentu, yang mencerminkan respon seseorang terhadap
lingkugannya.
5) Lingkungan Kerja
Menurut Nuraini (2013:97), Lingkungan kerja adalah segala
sesuatu yang ada di sekitar karyawan dan dapat mempengaruhi dalam
menjalankan tugas yang diembankan kepada karyawan.
Menurut Norianggono, dkk (2014:2-3), Lingkungan kerja adalah
segala kondisi yang berada di sekitar karyawan yang dihubungkan dengan
terjadinya perubahan psikologis dalam diri karyawan yang bersangkutan.
Dari beberapa definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa
lingkungan kerja adalah sesuatu yang ada di sekitar pekerja atau karyawan,
dimana kondisi di dalamnya dapat mempengaruhi kepuasan karyawan
dalam melaksanakan pekerjaannya. Sehingga jika karyawan tersebut
berada di dalam lingkungan kerja yang menunjang karyawan dari segi
fasilitas dan suasana yang nyaman, maka akan sangat membantu para
pekerja untuk meningkatkan hasil kinerja yang diinginkan oleh suatu
perusahaan tersebut.
Sebagian orang menganggap bahwa dengan melihat lingkungan
kerja dari profesi yang ditekuninya tersebut akan mendapatkan gambaran
mengenai sifat pekerjaannya apakah rutin atau sering lembur, dengan
tingkat persaingan antar pekerja yang tinggi atau rendah, serta tekanan
pekerjaan berat atau ringan
